Kasus Covid-19 Melemah, Mata Uang Garuda Menguat
Kamis, 22 Juli 2021 - 17:06 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Ibrahim juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia (BI) telah merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik. Pandemi virus Covid-19 menjadi pertimbangan utama bank sentral.
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 menjadi 3,5-4,3% dari proyeksi sebelumnya 4,1-5,1%," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Juli 2021.
Baca juga:Ditangkap, Begini Tampang 3 Bajing Loncat yang Memalak Sopir Truk Kontainer di Cilincing
Dalam keterangannya, Gubernur BI menjelaskan titik tengah dari proyeksi baru itu adalah 3,9%. Angka tersebut dinilai masih ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi 2021 lebih tinggi dari titik tengah tersebut.
Pada perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.460-Rp14.510.
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 menjadi 3,5-4,3% dari proyeksi sebelumnya 4,1-5,1%," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Juli 2021.
Baca juga:Ditangkap, Begini Tampang 3 Bajing Loncat yang Memalak Sopir Truk Kontainer di Cilincing
Dalam keterangannya, Gubernur BI menjelaskan titik tengah dari proyeksi baru itu adalah 3,9%. Angka tersebut dinilai masih ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi 2021 lebih tinggi dari titik tengah tersebut.
Pada perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.460-Rp14.510.
(uka)
Lihat Juga :