Ikuti Jejak PKL dan Pengusaha Resto, 10 Ribu Buruh Akan Kibarkan Bendera Putih
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
"Karena setiap aksi yang melibatkan buruh itu tetap minta izin pengusaha. Jadi enggak pernah buruh itu kalau aksi selama ini enggak izin perusahaan. Namanya dispensasi, kalaulah nanti tidak diizinkan karena ini pagi hari maka yang akan ikut adalah shift dua di pabrik itu," ucap Said.
Said juga mengakui, selama PPKM Level 4 ini dianjurkan untuk mengurangi kerumunan. Selain itu, para buruh juga akan mengibarkan bendera putih yang menggambarkan bentuk menyerah menghadapi dampak pandemi. Bahkan, lanjut Said, selama pandemi buruh tetap bekerja 100% dan tidak mendapatkan bantuan vitamin dan obat-obatan saat isolasi.
Baca juga:Hasil Olimpiade Tokyo 2020: Brasil U-23 ke Perempat Final Usai Cukur Arab Saudi
"Para buruh sudah menyerah dengan situasi yang tingkat penularan Covid sudah 10% (klaster buruh), angka kematian sudah semakin tinggi, vitamin dan obat bagi buruh yang isolasi mandiri tidak didapatkan dengan BPJS kesehatan," imbuhnya.
Belum lagi, ancaman PHK yang masih tinggi dan buruh harian terpaksa kehilangan penghasilan menjadi momok bagi para buruh. "Oleh karena itu, kami tidak menambah masalah, justru buruh menyuarakan. Kalau tidak ada perhatian yang terintegrasi, membiarkan pabrik beroperasi 100% padahal perintah koordinator PPKM Level 4 Jawa-Bali adalah bekerja 50% atau bahasa kami bergilir," pungkasnya.
Said juga mengakui, selama PPKM Level 4 ini dianjurkan untuk mengurangi kerumunan. Selain itu, para buruh juga akan mengibarkan bendera putih yang menggambarkan bentuk menyerah menghadapi dampak pandemi. Bahkan, lanjut Said, selama pandemi buruh tetap bekerja 100% dan tidak mendapatkan bantuan vitamin dan obat-obatan saat isolasi.
Baca juga:Hasil Olimpiade Tokyo 2020: Brasil U-23 ke Perempat Final Usai Cukur Arab Saudi
"Para buruh sudah menyerah dengan situasi yang tingkat penularan Covid sudah 10% (klaster buruh), angka kematian sudah semakin tinggi, vitamin dan obat bagi buruh yang isolasi mandiri tidak didapatkan dengan BPJS kesehatan," imbuhnya.
Belum lagi, ancaman PHK yang masih tinggi dan buruh harian terpaksa kehilangan penghasilan menjadi momok bagi para buruh. "Oleh karena itu, kami tidak menambah masalah, justru buruh menyuarakan. Kalau tidak ada perhatian yang terintegrasi, membiarkan pabrik beroperasi 100% padahal perintah koordinator PPKM Level 4 Jawa-Bali adalah bekerja 50% atau bahasa kami bergilir," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :