Kebutuhan Hunian Milenial Besar, Lippo Pacu Segmen Rumah Tapak
Rabu, 28 Juli 2021 - 20:45 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Besarnya populasi muda khususnya segmen milenial di Indonesia menjadi incaran para pengembang properti seiring kebutuhan mereka akan hunian yang layak dan terjangkau.
Menurut riset Rumah.com Indonesia Properti Market Index, rumah tapak atau landed house merupakan jenis produk properti yang kian digemari saat situasi pandemi Covid-19 dengan kenaikan mencapai 0,6% per kuartal.
Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan, sejak tahun lalu angka indeks landed house mencatatkan nilai kenaikan per-kuartal yang cukup solid di angka 0,5%, 1,62%, dan 1,37% sehingga membuat segmen rumah tapak menjadi penopang untuk kenaikan sektor properti pada tahun ini.
Menurut dia, sentimen positif untuk segmen landed house ini juga tidak terlepas dari berbagai regulasi maupun stimulus pemerintah seperti tren penurunan suku bunga, pelonggaran loan to value (LTV) hingga 100% untuk rumah pertama, maupun pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk unit hunian ready stock dengan harga di bawah Rp2 miliar.
Baca juga: Mustahil Rumah Anggota DPR Tidak Cukup untuk Isoman
CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menyebut salah satu pengembang yang jeli membaca tren ini adalah Lippo Karawaci. “Strategi Lippo dengan meluncurkan produk Cendana Series di Karawaci, Waterfront di Cikarang, maupun Holland Village Manado yang semuanya menawarkan rumah dengan harga terjangkau ini merupakan langkah jitu dengan menyasar segmen yang sangat besar khususnya untuk kebutuhan hunian kalangan milenial,” ujarnya, Rabu (28/7/2021).
CEO Lippo Karawaci, John Riady menyatakan bahwa potensi pasar yang besar khususnya dari segmen milenial ini telah disadari jauh sebelum pandemi. Hal ini dikarenakan tingginya kebutuhan hunian khususnya dari kalangan muda dan Indonesia merupakan negara dengan populasi kalangan muda terbesar.
Menurut riset Rumah.com Indonesia Properti Market Index, rumah tapak atau landed house merupakan jenis produk properti yang kian digemari saat situasi pandemi Covid-19 dengan kenaikan mencapai 0,6% per kuartal.
Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan, sejak tahun lalu angka indeks landed house mencatatkan nilai kenaikan per-kuartal yang cukup solid di angka 0,5%, 1,62%, dan 1,37% sehingga membuat segmen rumah tapak menjadi penopang untuk kenaikan sektor properti pada tahun ini.
Menurut dia, sentimen positif untuk segmen landed house ini juga tidak terlepas dari berbagai regulasi maupun stimulus pemerintah seperti tren penurunan suku bunga, pelonggaran loan to value (LTV) hingga 100% untuk rumah pertama, maupun pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk unit hunian ready stock dengan harga di bawah Rp2 miliar.
Baca juga: Mustahil Rumah Anggota DPR Tidak Cukup untuk Isoman
CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menyebut salah satu pengembang yang jeli membaca tren ini adalah Lippo Karawaci. “Strategi Lippo dengan meluncurkan produk Cendana Series di Karawaci, Waterfront di Cikarang, maupun Holland Village Manado yang semuanya menawarkan rumah dengan harga terjangkau ini merupakan langkah jitu dengan menyasar segmen yang sangat besar khususnya untuk kebutuhan hunian kalangan milenial,” ujarnya, Rabu (28/7/2021).
CEO Lippo Karawaci, John Riady menyatakan bahwa potensi pasar yang besar khususnya dari segmen milenial ini telah disadari jauh sebelum pandemi. Hal ini dikarenakan tingginya kebutuhan hunian khususnya dari kalangan muda dan Indonesia merupakan negara dengan populasi kalangan muda terbesar.
Lihat Juga :