Penyaluran Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp1,8 Triliun
Jum'at, 30 Juli 2021 - 16:37 WIB
loading...
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berhasil menunjukkan kinerja yang baik pada semester I/2021. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berhasil menunjukkan kinerja yang baik pada semester I/2021, kendati dampak pandemi Covid-19 masih belum usai.
Direktur WOM Finance Zacharia Susantadiredja menjelaskan, total penyaluran pembiayaan baru di semester 1/2021 mencapai Rp1,8 triliun atau naik 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau mencapai 94.000 unit. Kontribusi terbesar adalah produk pembiayaan multiguna sebesar Rp1,2 triliun kemudian disusul pembiayaan motor baru sebesar Rp600 miliar.
Baca Juga : Lego Saham-Saham BUMN, Investor Asing Raup Rp562 Miliar
"Adapun total aset perseroan pada bulan Juni tahun 2021 mengalami penurunan 13% menjadi Rp4,6 triliun dibandingkan bulan Desember 2020. Hal tersebut terjadi karena penurunan pinjaman bank dan obligasi yang diiringi dengan penurunan kas perseroan sebesar 71%. Di sisi lain gearing ratio dapat dipertahankan di level 2,1 kali di bulan Juni 2021," kata dia dalam riisnya di Jakarta, Jumat (30/7/2021).
Sementara itu, total ekuitas perseroan pada bulan Juni 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4% mencapai Rp1,3 triliun dibandingkan Desember 2020. “Atas kinerja tersebut, WOM Finance berhasil membukukan laba bersih Rp50 miliar di enam bulan pertama 2021 atau mengalami penurunan 13% dari periode yang sama tahun lalu,” kata Zacharia dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Berdasarkan keterangan perseroan, Return on Asset (ROA) WOM Finance mengalami perbaikan mencapai 2,7% dibandingkan tahun lalu sebesar 1,9%, sedangkan Return on Equity (ROE) Perseroan mencapai 8,0% pada bulan Juni 2021.
“Penurunan laba ini terjadi karena total pendapatan mengalami penurunan sebesar 33% akan tetapi biaya-biaya mengalami penurunan yang lebih tinggi sebesar 34% dengan perbaikan kualitas portofolio dan efisiensi atas biaya pendanaan serta biaya operasional. Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai turun sebesar 53% dan biaya pendanaan turun sebesar 47% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya,” tambah Zacharia.
Kualitas portofolio pembiayaan mengalami perbaikan dengan Net Performing Financing (NPF) gross mencapai 2,1% di bulan Juni 2021, membaik dari bulan Desember 2020 sebesar 2,7%.
Direktur WOM Finance Zacharia Susantadiredja menjelaskan, total penyaluran pembiayaan baru di semester 1/2021 mencapai Rp1,8 triliun atau naik 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau mencapai 94.000 unit. Kontribusi terbesar adalah produk pembiayaan multiguna sebesar Rp1,2 triliun kemudian disusul pembiayaan motor baru sebesar Rp600 miliar.
Baca Juga : Lego Saham-Saham BUMN, Investor Asing Raup Rp562 Miliar
"Adapun total aset perseroan pada bulan Juni tahun 2021 mengalami penurunan 13% menjadi Rp4,6 triliun dibandingkan bulan Desember 2020. Hal tersebut terjadi karena penurunan pinjaman bank dan obligasi yang diiringi dengan penurunan kas perseroan sebesar 71%. Di sisi lain gearing ratio dapat dipertahankan di level 2,1 kali di bulan Juni 2021," kata dia dalam riisnya di Jakarta, Jumat (30/7/2021).
Sementara itu, total ekuitas perseroan pada bulan Juni 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4% mencapai Rp1,3 triliun dibandingkan Desember 2020. “Atas kinerja tersebut, WOM Finance berhasil membukukan laba bersih Rp50 miliar di enam bulan pertama 2021 atau mengalami penurunan 13% dari periode yang sama tahun lalu,” kata Zacharia dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Berdasarkan keterangan perseroan, Return on Asset (ROA) WOM Finance mengalami perbaikan mencapai 2,7% dibandingkan tahun lalu sebesar 1,9%, sedangkan Return on Equity (ROE) Perseroan mencapai 8,0% pada bulan Juni 2021.
“Penurunan laba ini terjadi karena total pendapatan mengalami penurunan sebesar 33% akan tetapi biaya-biaya mengalami penurunan yang lebih tinggi sebesar 34% dengan perbaikan kualitas portofolio dan efisiensi atas biaya pendanaan serta biaya operasional. Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai turun sebesar 53% dan biaya pendanaan turun sebesar 47% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya,” tambah Zacharia.
Kualitas portofolio pembiayaan mengalami perbaikan dengan Net Performing Financing (NPF) gross mencapai 2,1% di bulan Juni 2021, membaik dari bulan Desember 2020 sebesar 2,7%.
Lihat Juga :