Di tengah Pandemi Covid-19, Ekspor Industri Pengolahan Naik 7 %
Kamis, 28 Mei 2020 - 17:02 WIB
loading...
Kinerja ekspor dari industri pengolahan masih mencatatkan nilai positif meskipun di tengah tekanan pandemi Covid-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kinerja ekspor dari industri pengolahan masih mencatatkan nilai positif meskipun di tengah tekanan pandemi Covid-19. Sepanjang Januari-April 2020, pengapalan produk industri pengolahan mampu menembus hingga USD42,75 miliar atau naik sebesar 7,14% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Neraca perdagangan untuk industri pengolahan pada periode Januari-April 2020 adalah surplus sebesar USD777,34 juta," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian , Janu Suryanto di Jakarta, Kamis (28/5/2020).
Janu menyebutkan, nilai ekspor industri pengolahan pada bulan April 2020 tercatat mencapai USD9,76 miliar. Apabila dilihat dari volumenya, ekspor produk industri pengolahan pada bulan keempat tahun ini sebesar 8,49 juta ton atau naik sebesar 2,66% dibanding Maret 2020.
Adapun sektor industri makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari ekspor industri pengolahan pada bulan April 2020, dengan menyentuh nilai USD2,35 miliar. "Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri makanan pada bulan April 2020 didominasi oleh komoditas minyak kelapa sawit sebesar USD1,30 miliar atau memberi kontribusi sebesar 55,28%," jelas Janu.
(Baca Juga: Hadapi New Normal, Kemenperin Berbenah Sesuaikan Kebijakan Sektor Industri)
"Neraca perdagangan untuk industri pengolahan pada periode Januari-April 2020 adalah surplus sebesar USD777,34 juta," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian , Janu Suryanto di Jakarta, Kamis (28/5/2020).
Janu menyebutkan, nilai ekspor industri pengolahan pada bulan April 2020 tercatat mencapai USD9,76 miliar. Apabila dilihat dari volumenya, ekspor produk industri pengolahan pada bulan keempat tahun ini sebesar 8,49 juta ton atau naik sebesar 2,66% dibanding Maret 2020.
Adapun sektor industri makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari ekspor industri pengolahan pada bulan April 2020, dengan menyentuh nilai USD2,35 miliar. "Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri makanan pada bulan April 2020 didominasi oleh komoditas minyak kelapa sawit sebesar USD1,30 miliar atau memberi kontribusi sebesar 55,28%," jelas Janu.
(Baca Juga: Hadapi New Normal, Kemenperin Berbenah Sesuaikan Kebijakan Sektor Industri)
Lihat Juga :