Pelaksanaan Rights Issue Naik 302 Persen per Juli 2021

Senin, 02 Agustus 2021 - 17:37 WIB
loading...
Pelaksanaan Rights Issue...
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan pelaksanaan penambahan modal yang dilakukan emiten melalui rights issue. Pelaksanaan rights issue pada tahun ini mengalami kenaikan signifikan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya telah mencatatkan pelaksanaan rights issue dengan total nilai Rp35,7 triliun dari 16 Perusahaan Tercatat hingga periode Juli 2021.

Baca juga: 5 Saham Ini Jadi Top Gainers Saat Sesi Pertama Bursa Saham Indonesia

"Dilihat dari nilainya, rights issue mengalami peningkatan signifikan sebesar 302 persen dibandingkan periode Juli 2020 yaitu sebanyak delapan Perusahaan Tercatat dengan nilai Rp8,9 triliun," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Senin (2/8/2021).

Nyoman menambahkan, sampai dengan saat ini BEI masih menunggu pelaksanaan rights issue dari 42 Perusahaan Tercatat dalam pipeline yang berencana melaksanakan rights issue di tahun 2021.

Selain itu, Nyoman menyebutkan peningkatan pelaksanaan rights issue disebabkan banyaknya bank yang melaksanakan rights issue dalam rangka peningkatan modal sebagai bagian dari salah satu upaya pemenuhan POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Sebagai informasi, 62 persen dari total nilai right issue periode Juli 2021 berasal dari sektor perbankan.

Baca juga: Usai Beli Klub, Raffi Ahmad Mulai Lirik Saham Liga Sepakbola Virtual

"Penyebab lain dari peningkatan pelaksanaan rights issue jika dikaitkan dengan penggunaan dana adalah untuk pemenuhan modal kerja, refinancing utang dan beberapa perusahaan berencana melakukan ekspansi usaha," ucapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Regulator Mundur, IHSG...
Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal
Rekomendasi
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Berita Terkini
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved