Asosiasi Umrah Ungkap Perlakuan Beda Arab Saudi Terhadap Jamaah Malaysia
Selasa, 03 Agustus 2021 - 12:10 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi kita kan umumnya Sinovac, Pemerintah Arab Saudi memberi kebijaksanaan harus ada boosternya dari 4 tadi. Karena itu kami dari asosiasi sudah bekoordinasi ke Kemenag meminta untuk jamaah umrah dibantu vaksin ketiga," jelasnya.
Baca juga:Usia 38, CEO Baru TikTok Beli Bungalow Seharga Rp900 Miliar di Singapura
Padahal untuk pelaksanaan umrah bukan hal baru ada kewajiban vaksinasi. Dulu selalu harus vaksin meningitis. Maka itu, AMPHURI saat ini terus mendesak pemerintah agar melakukan negosiasi terkait karantina 14 hari dibanding vaksin booster.
Bungsu kemudian membandingkan perlakuan kepada Malaysia yang bisa direct langsung tanpa karantina. Padahal kasus harian Covid-19 di sana lebih banyak dibanding Indonesia.
"Covid di sini kan sudah membaik, sudah melandai. Jumlah yang divaksin semakin banyak. Dibanding Malaysia bisa direct langsung sementara mereka 30.000/1 juta penduduk kasusnya," ujar dia.
Baca juga:Usia 38, CEO Baru TikTok Beli Bungalow Seharga Rp900 Miliar di Singapura
Padahal untuk pelaksanaan umrah bukan hal baru ada kewajiban vaksinasi. Dulu selalu harus vaksin meningitis. Maka itu, AMPHURI saat ini terus mendesak pemerintah agar melakukan negosiasi terkait karantina 14 hari dibanding vaksin booster.
Bungsu kemudian membandingkan perlakuan kepada Malaysia yang bisa direct langsung tanpa karantina. Padahal kasus harian Covid-19 di sana lebih banyak dibanding Indonesia.
"Covid di sini kan sudah membaik, sudah melandai. Jumlah yang divaksin semakin banyak. Dibanding Malaysia bisa direct langsung sementara mereka 30.000/1 juta penduduk kasusnya," ujar dia.
(uka)
Lihat Juga :