Asosiasi Umrah Ungkap Perlakuan Beda Arab Saudi Terhadap Jamaah Malaysia

Selasa, 03 Agustus 2021 - 12:10 WIB
loading...
Asosiasi Umrah Ungkap...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Arab Saudi akan membuka penyelenggaraan umrah tahun 1443 H. Namun ada sejumlah persyaratan yang dianggap memberatkan jamaah Indonesia, yaitu karantina 14 hari.

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) pun meminta pemerintah untuk bernegosiasi ke pihak Arab Saudi terkait persyaratan karantina itu. Wakil Ketua Umum AMPHURI, Bungsu Sumawijaya mengatakan, kebijakan karantina sebaiknya tidak usah mengingat sudah ada permintaan vaksin booster dari Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga:Mantan Mendagri Soerjadi Soedirdja Meninggal Dunia

"Permintaan untuk karantina 14 hari di negara transit ini jadi kendala karena umrah jadi lebih lama. Terus terang akan jadi kendala karena tadinya 8 hari jadi 30 hari," kata Bungsu dalam program Market Review IDX Channel, Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Selain karantina 14 hari, diketahui Pemerintah Arab Saudi juga mewajibkan jamaah umrah dari Indonesia disuntik vaksin dengan empat pilihan, yakni AstraZeneca, Moderna, Pfizer dan Johnson&Johnson. Sementara menurut Bungsu, mayoritas masyarakat Indonesia menerima vaksin Sinovac, jadi pihaknya meminta ada vaksin booster atau dosis ketiga ke pemerintah.

"Jadi kita kan umumnya Sinovac, Pemerintah Arab Saudi memberi kebijaksanaan harus ada boosternya dari 4 tadi. Karena itu kami dari asosiasi sudah bekoordinasi ke Kemenag meminta untuk jamaah umrah dibantu vaksin ketiga," jelasnya.

Baca juga:Usia 38, CEO Baru TikTok Beli Bungalow Seharga Rp900 Miliar di Singapura

Padahal untuk pelaksanaan umrah bukan hal baru ada kewajiban vaksinasi. Dulu selalu harus vaksin meningitis. Maka itu, AMPHURI saat ini terus mendesak pemerintah agar melakukan negosiasi terkait karantina 14 hari dibanding vaksin booster.

Bungsu kemudian membandingkan perlakuan kepada Malaysia yang bisa direct langsung tanpa karantina. Padahal kasus harian Covid-19 di sana lebih banyak dibanding Indonesia.

"Covid di sini kan sudah membaik, sudah melandai. Jumlah yang divaksin semakin banyak. Dibanding Malaysia bisa direct langsung sementara mereka 30.000/1 juta penduduk kasusnya," ujar dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
Ekspor Minyak Saudi...
Ekspor Minyak Saudi ke China Jeblok, Diramal Hanya 333.000 Barel per Hari
Aramco Raup Cuan Rp561...
Aramco Raup Cuan Rp561 Triliun! Terungkap Cara Cerdik Saudi Amankan Minyak Tanpa Selat Hormuz
VFive Group Ekspansi...
VFive Group Ekspansi ke Sektor Energi dan Kesehatan di Indonesia
Hancurkan Dominasi Arab...
Hancurkan Dominasi Arab Saudi! Ini Alasan Tersembunyi UEA Keluar dari OPEC
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Rekomendasi
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved