PHI Capai Produksi Minyak 47.800 Bph di Triwulan II/2021
Rabu, 04 Agustus 2021 - 11:07 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Chalid, sejak alih kelola di 1 Januari 2018 hingga 2020 lalu, PHM yang juga merupakan bagian dari Zona 8 Regional Kalimantan telah melaksanakan pemboran 268 sumur pengembangan untuk mempertahankan tingkat produksi, menambah cadangan migas, dan menahan laju penurunan produksi di WK Mahakam. Tahun 2021 ini dan tahun depan direncanakan akan dilakukan pemboran 2 sumur eksplorasi dan lebih dari 150 sumur pengembangan di WK Mahakam.
Baca Juga: Mendunia! Aksi Greysia Polii Ganti Raket saat Poin Kritis Disorot Media Manca Negara
"Selain jumlah pemboran yang masif, kami pun menerapkan inovasi dalam pemboran dengan metode rigless di WK Mahakam, yaitu pemboran menggunakan hydraulic workover unit (HWU) untuk mengurangi penggunaan rig sebagai yang pertama di Indonesia. Saat ini HWU telah digunakan untuk pemboran lebih dari 5 sumur delta di Wilayah Kerja (WK) dan terbukti mampu menghemat hingga rata-rata 37% biaya pemboran yang menggunakan rig konvensional," paparnya.
Chalid menambahkan, pada 2020 PHI berhasil merealisasikan investasi sebesar USD719 juta. Sementara tahun ini, rencana investasi kapital PHI melebihi tahun lalu, yaitu sebesar USD869 juta atau lebih dari Rp14 triliun.
"Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam proyek-proyek pengembangan aset-aset migas yang ada saat ini sehingga dapat terus menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh negara dan memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat Indonesia," tandasnya.
Baca Juga: Mendunia! Aksi Greysia Polii Ganti Raket saat Poin Kritis Disorot Media Manca Negara
"Selain jumlah pemboran yang masif, kami pun menerapkan inovasi dalam pemboran dengan metode rigless di WK Mahakam, yaitu pemboran menggunakan hydraulic workover unit (HWU) untuk mengurangi penggunaan rig sebagai yang pertama di Indonesia. Saat ini HWU telah digunakan untuk pemboran lebih dari 5 sumur delta di Wilayah Kerja (WK) dan terbukti mampu menghemat hingga rata-rata 37% biaya pemboran yang menggunakan rig konvensional," paparnya.
Chalid menambahkan, pada 2020 PHI berhasil merealisasikan investasi sebesar USD719 juta. Sementara tahun ini, rencana investasi kapital PHI melebihi tahun lalu, yaitu sebesar USD869 juta atau lebih dari Rp14 triliun.
"Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam proyek-proyek pengembangan aset-aset migas yang ada saat ini sehingga dapat terus menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh negara dan memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat Indonesia," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :