Industri Farmasi Susah Berkembang, Nih Dia Biang Keladinya!

Rabu, 04 Agustus 2021 - 11:45 WIB
loading...
Industri Farmasi Susah...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Industri farmasi sangat diperlukan kehadiarannya, terutama di masa pandemi Covid 19 . Sayangnya, industri farmasi di Indonesia lamban berkembang.

Menurut Associate Researcher Center of Indonesian Policy Studies (CIPS), Andree Surianta, sulitnya perkembangan industri farmasi saat ini disebabkan karena minimnya lembaga penelitian dan pengembangan. Padahal, saat ini produksi obat-obatan sudah didominasi oleh produsen lokal, namun tidak diikuti dengan berkembangnya RnD (research and development).

Baca juga:AS dan Indonesia Inginkan Kebebasan Navigasi di Laut China Selatan

"Industry ini di Indonesia termasuk yang paling banyak peraturannya. Terutama perturan yang berfokus pada lokalisasi, mencoba memaksa perusahaan untuk produksi secara local," ujar Andree Surianta, dalam Market Review, yang disiarkan langsung IDXChanel pada, Rabu (4/8/2021).

Lebih lanjut Andree menjelaskan, keterbatasan RnD salah satunya adalah masih adanya ketergantungan pada APBN. Musababnya, kebanyakan penelitian dan pengembangan hanya boleh dilakukan oleh pemerintah.

"Market Indonesia sendiri sizenya masih tidak terlalu besar, jadi sulit untuk di-invest balik ke RnD, dan juga secara keseluruhan. Belanja litbang dan RnD di Indonesia masih sangat minim, 0,2% dari GDP," jelasnya.

Selain itu, kontribusi bisnis untuk RnD, masih tergolong sangat rendah, hanya sekitar 8%. Situasinya sangat berbeda jauh dengan negara maju yang kontribusinya mencapai lebih dari 50%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Tokopedia Integrasikan...
Tokopedia Integrasikan Layanan Konsultasi Dokter hingga Tebus Obat Daring
Obesitas Menopause Jadi...
Obesitas Menopause Jadi Pasar Baru, Wegovy Buktikan Efektivitas Klinis
Phytochemindo Reksa...
Phytochemindo Reksa Resmikan Pabrik Klapanunggal dan Luncurkan Buku Biografi Wim Kalona
Geopolitik Global Bergejolak,...
Geopolitik Global Bergejolak, GP Farmasi Indonesia Perkuat Ketahanan Industri Farmasi
Strategi Bayern dalam...
Strategi Bayern dalam Dorong Pertumbuhan Bisnis Farmasi dan Sains di Masa Depan
Transformasi Layanan...
Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus PIT dan Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
Rekomendasi
MacBook Air Makin Mahal,...
MacBook Air Makin Mahal, M1 Baru Rp8 Jutaan dan Bekas Rp6 Jutaan Masih Layak Dibeli?
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Berita Terkini
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Infografis
4 Fakta Nuklir China...
4 Fakta Nuklir China yang Berkembang Paling Cepat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved