Banyak Pengetahuan dalam Sekolah Lapang IPDMIP Demi Produktivitas Pertanian

Kamis, 05 Agustus 2021 - 21:59 WIB
loading...
Banyak Pengetahuan dalam...
Kali ini, pelaksanaan Sekolah Lapang MT 1 tahun 2021 dilaksanakan secara serentak di 5 kecamatan pada Kabupaten Bireuen, Aceh. Hampir semua penyuluh pertanian dikerahkan untuk memberikan pelatihan kepada petani. Foto/Dok
A A A
BIREUEN - Hampir semua penyuluh pertanian dikerahkan untuk memberikan pelatihan kepada petani program IPDMIP di wilayah di Kabupaten Bireuen, Aceh. Kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP kembali digelar, kalo ini pelaksanaan Sekolah Lapang MT 1 tahun 2021 dilaksanakan secara serentak di 5 kecamatan.

Baca Juga: Mentan Buka Sertifikasi Kompetensi Tenaga Penyuluh Pertanian di Gowa

5 Kecamatan yang menjadi lokasi SL IPDMIP adalah kecamatan Gandapura, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Peudada dan Pandrah.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memberikan, apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. "Manfaatkan dan maksimalkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung aktivitas pertanian di Bireuen," tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

"Tujuan dari IPDMIP adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Khususnya di daerah irigasi. Ada banyak pengetahuan yang akan diberikan dalam Sekolah Lapang IPDMIP. Untuk itu serap ilmu sebaik-baiknya dan terapkan di lahan pertanian masing-masing," katanya.

Sekolah Lapang di Bireuen sempat tertunda beberapa waktu. Untuk mengejar ketertinggalan, DPIU Kabupaten Bireuen memberikan perhatian serius dalam pelaksanaan Sekolah Lapang tersebut.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Irwan, Sekolah Lapang MT 1 ini harus dilakukan segera mengingat banyaknya petani yang sudah menunggu program tersebut.

"Selama ini Dinas sudah berupaya untuk melaksanakan SL. Akan tetapi dengan kondisi pandemic dan lain hal sehingga proses tersebut tertunda," katanya.

Lebih lanjut beliau menambahkan, di kabupaten bireuen ada 7 kecamatan saja yang mendapat program IPDMIP dan mengharapkan pemerintah pusat dapat memberikan tambahan Kouta dan waktu agar program IPDMIP dapat dinikmati oleh banyak petani.

Kepala BPP Gandapura, Abdul Aziz menyampaikan, di kecamatan beliau bertugas ada 7 kelompok tani yang dilatih Sekolah lapang pada musim ini dan di harapkan apa yang disampaikan bermaafaat dan dapat di transfer ilmunya kepada petani lain.

"Dari 25 petani yang di undang untuk SL semuanya hadir mengikuti Pendidikan sekolah lapang. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sangat tertarik dan antusias terhadap program IPDMIP ini," jelasnya.

Baca Juga: Kementan Antarkan Ribuan THL Penyuluh Pertanian Jadi ASN

Terkait hal tersebut, Koordinator Kabupaten Bireuen, Azhar Ishak, menyampaikan bahwa program IPDMIP rencananya akan berakhir pada akhir tahun 2022.

"Akan tetapi kita berharap kepada pemerintah pusat di Jakarta program ini dapat diperpanjang lagi mengingat masyarakat petani sangat terbantu dengan adanya IPDMIP ini," ujarnya.

Beberapa tanggapan petani yang mengikuti acara sekolah lapang adalah ilmu yang didapat dalam sekolah lapang sangat bermaamfaat dan dapat meningkatkan hasil panen padi mereka.

Ayamaun dari Peudada, mengatakan bahwa informasi yang disampaikan akan di implementasikan pada sawah meraka seperti Program jajar legowo demikian pungkasnya.

Sementara Aminah dari Peusangan Siblah Krueng, mengungkapkan ilmu yang disampaikan sangat mudah di cerna dan dimengerti. "Insya Allah apa yang dipelajari akan di implementasi kedepannya," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Rekomendasi
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Kronologi ART Angel...
Kronologi ART Angel Lelga Ketahuan Mencuri, Berawal dari Cari Barang yang Mau Dipakai
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Berita Terkini
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved