Target 30 Juta UMKM Masuk ke Pasar Digital di Tahun 2023
Senin, 09 Agustus 2021 - 09:12 WIB
loading...
Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Pemerintah akan menargetkan 30 juta UMKM akan masuk pasar digital pada tahun 2023 mendatang. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Pemerintah akan menargetkan 30 juta UMKM akan masuk pasar digital pada tahun 2023 mendatang.
“Sejak Mei 2020 sampai Juni 2021 sudah ada 6,5 juta UMKM, sehingga total menjadi 14,5 juta unit yang telah on boarding di e-commerce. Selanjutnya kita harus terus mendorong 15,5 juta unit UMKM lainnya untuk go digital, hingga 2023 menjadi 30 juta unit on boarding," kata Luhut dalam webinar virtual dikutip, Senin (9/8/2021).
Baca Juga: Dampak Pandemi, Sandiaga Dorong Percepat Vaksinasi dan Digitalisasi
Dalam kesemapatannya, Luhut mengajak kepada seluruh campaign manager dan Kepala Daerah untuk mencapai target dari digitalisasi UMKM tersebut.
"Kepada seluruh campaign manager dan kepala daerah mari kita capai target tersebut dan dorong masyarakat untuk mengkonsumsi produk lokal. Bagi pelaku UMKM semangat dan teruslah berkarya, Indonesia pasti hebat karena anda sebagai tulang punggung ekonomi," ujarnya.
“Sejak Mei 2020 sampai Juni 2021 sudah ada 6,5 juta UMKM, sehingga total menjadi 14,5 juta unit yang telah on boarding di e-commerce. Selanjutnya kita harus terus mendorong 15,5 juta unit UMKM lainnya untuk go digital, hingga 2023 menjadi 30 juta unit on boarding," kata Luhut dalam webinar virtual dikutip, Senin (9/8/2021).
Baca Juga: Dampak Pandemi, Sandiaga Dorong Percepat Vaksinasi dan Digitalisasi
Dalam kesemapatannya, Luhut mengajak kepada seluruh campaign manager dan Kepala Daerah untuk mencapai target dari digitalisasi UMKM tersebut.
"Kepada seluruh campaign manager dan kepala daerah mari kita capai target tersebut dan dorong masyarakat untuk mengkonsumsi produk lokal. Bagi pelaku UMKM semangat dan teruslah berkarya, Indonesia pasti hebat karena anda sebagai tulang punggung ekonomi," ujarnya.
Lihat Juga :