Di Tengah Pandemi Hunian Vertikal Masih Diminati Masyarakat
Senin, 09 Agustus 2021 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, tambahnya, saat ini, sudah ada konsumen yang menempati unit yang dibelinya.
Menurut Samuel, bisnis properti hunian masih potensial. Selain merupakan kebutuhan masyarakat dan angka backlog masih tinggi, saat ini sejumlah stimulus dari pemerintah sangat membantu.
“Stimulus seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperpanjang hingga Desember 2021 bisa menggairahkan konsumen untuk membeli properti. Belum lagi insentif loan to value dari Bank Indonesia yang memungkinkan uang muka semakin rendah,” papar Samuel yang juga Bendahara Umum DPP Real Estat Indonesia (REI).
Insentif PPN yang diterbitkan pemerintah membebaskan PPN untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) yang dibanderol berkisar Rp300 juta hingga Rp2 miliar. Langkah pemerintah menanggung PPN itu berlaku untuk rumah atau apartemen siap huni (ready stock) dan penyerahannya di rentang Maret-Agustus 2021. Aturan itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021 yang diterbitkan Maret 2021. Kini, aturan itu diperpanjang hingga Desember 2021.
Baca Juga : Target 30 Juta UMKM Masuk ke Pasar Digital di Tahun 2023
“Harga hunian kami rata-rata berkisar Rp1-2 miliar per unit. Saat ini, The Smith telah terjual sekitar 70% dari unit yang kami tawarkan ke pasar,” ujarnya.
Dia menjelaskan, apartemen The Smith di Tangerang, Banten memiliki kapasitas 652 unit. Proyek properti terpadu (mixed use) ini mencakup perkantoran (112 unit), SOHO (100 unit), dan residensial (440 unit). Proyek ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang yang menambah kenyamanan para penghuni seperti kolam renang, fitness centre, sky lounge, gaming room, dan co-working space.
Menurut Samuel, bisnis properti hunian masih potensial. Selain merupakan kebutuhan masyarakat dan angka backlog masih tinggi, saat ini sejumlah stimulus dari pemerintah sangat membantu.
“Stimulus seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperpanjang hingga Desember 2021 bisa menggairahkan konsumen untuk membeli properti. Belum lagi insentif loan to value dari Bank Indonesia yang memungkinkan uang muka semakin rendah,” papar Samuel yang juga Bendahara Umum DPP Real Estat Indonesia (REI).
Insentif PPN yang diterbitkan pemerintah membebaskan PPN untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) yang dibanderol berkisar Rp300 juta hingga Rp2 miliar. Langkah pemerintah menanggung PPN itu berlaku untuk rumah atau apartemen siap huni (ready stock) dan penyerahannya di rentang Maret-Agustus 2021. Aturan itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021 yang diterbitkan Maret 2021. Kini, aturan itu diperpanjang hingga Desember 2021.
Baca Juga : Target 30 Juta UMKM Masuk ke Pasar Digital di Tahun 2023
“Harga hunian kami rata-rata berkisar Rp1-2 miliar per unit. Saat ini, The Smith telah terjual sekitar 70% dari unit yang kami tawarkan ke pasar,” ujarnya.
Dia menjelaskan, apartemen The Smith di Tangerang, Banten memiliki kapasitas 652 unit. Proyek properti terpadu (mixed use) ini mencakup perkantoran (112 unit), SOHO (100 unit), dan residensial (440 unit). Proyek ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang yang menambah kenyamanan para penghuni seperti kolam renang, fitness centre, sky lounge, gaming room, dan co-working space.
(dar)
Lihat Juga :