Diadang Pandemi, Industri Asuransi Masih Tumbuh 11%

Senin, 09 Agustus 2021 - 22:29 WIB
loading...
Diadang Pandemi, Industri...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap, pada Juni 2021 total aset industri asuransi tercatat mencapai Rp768,49 triliun atau tumbuh 11% (year-on-year/yoy) dari sebelumnya yang sebesar Rp692,36 triliun. Pertumbuhan itu meruapakan capaian terbesar sepanjang semester I-2021, setelah sempat menurun pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Selain tumbuh secara tahunan, perolehan aset pada semester I-2021 berhasil melampaui catatan aset industri asuransi sebelum pandemi Covid-19.

Pada Desember 2019, total aset industri tercatat sebesar 735,8 triliun, lalu terjadi penurunan menjadi Rp691,7 triliun pada Maret 2020 dan berlanjut hingga kuartal II-2020 sebagai dampak pandemi Covid-19. Nilai aset pada akhir Desember 2019 merupakan catatan tertinggi industri asuransi, tapi harus terkoreksi akibat pandemi.

Baca juga:Mewah Banget Penampilan Lucinta Luna saat Divaksinasi, Dikira Mau Fashion Show

Secara akumulasi, aset industri asuransi pada Desember 2020 senilai Rp737,9 triliun berhasil melewati catatan 2019. Namun, jika dilihat per sektornya, perolehan aset tertinggi terjadi pada 2021, yakni berhasil melewati catatan tertinggi pada sebelum pandemi Covid-19.

"Pertumbuhan aset pada penghujung semester I-2021 dipengaruhi oleh perolehan premi yang juga tumbuh baik. Menurutnya, motor penggerak industri secara keseluruhan adalah asuransi jiwa, yang preminya tumbuh hingga dobel digit," ungkap Deputi Direktur Pengawasan Asuransi OJK Kristianto Andi Handoko, belum lama ini.

Menurutnya, raihan premi menopang pertumbuhan aset industri asuransi. Hingga Juni 2021, kenaikan preminya mencapai 18,35% untuk asuransi jiwa, masih menjadi primadona dari konsumen atau para pemegang polis di Indonesia.

Sementara, pertumbuhan premi asuransi umum masih relatif tipis. Penyebabnya, kontrak penutupan asuransi kerugian yang rata-rata satu tahun, sehingga pendapatan premi cenderung naik signifikan pada penghujung tahun.

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) juga mencatat adanya peningkatan aset Jasindo sebesar 16% dari periode semester I tahun sebelumnya, peningkatan tersebut berasal dari peningkatan investasi dan aset reasuransi. Jika dibandingkan proyeksi pada semester II di Jasindo,maka aset Jasindo sudah tumbuh lebih besar 26% dari proyeksi semester II.

Baca juga:Jelang Berakhirnya PPKM Level 4, Penyekatan Masih Konsisten Diterapkan di Jakarta

"Pertumbuhan tersebut didominasi seperti yang sudah Jasindoproyeksikan, yaitu investasi dan aset reasuransi," kata Diwe Novara, Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo.

Diwe menyebut, faktor pendorong bisnis asuransi umum adalah asuransi mampu membuat produk yang inovatif atau mem-bundlingnyadengan asuransi yang lain. Selain itu bisnis mikro asuransi juga masih banyak yang belum tergarap. Selain itu proyek-proyek infrastruktur dari pemerintah bisa juga menjadi pendorong bisnis asuransi umum.

Sementara itu, strategi yang akan di lakukan perusahaan untuk memaksimalkan kekuatan aset yaitu dengan pengelolaan investasi yang efektif sehingga memperoleh hasil yang maksimal pula dan juga menetapkan reasuransi yang tepat dan padareasuraduryang kompeten.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Momentum Idul Adha 1447...
Momentum Idul Adha 1447 H, Askrindo Salurkan Hewan Kurban di Berbagai Kota di Indonesia
Perkuat Pembangunan...
Perkuat Pembangunan Daerah, Askrindo Jalin Sinergi Strategis dengan Kabupaten Soppeng
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Saat Kerja Keras dan...
Saat Kerja Keras dan Dedikasi Mendapat Penghargaan
Rekomendasi
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Berita Terkini
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved