Peduli Lingkungan, Pupuk Kaltim Reintroduksi 1.000 Anggrek Hitam

Selasa, 10 Agustus 2021 - 16:34 WIB
loading...
Peduli Lingkungan, Pupuk...
Anggrek hitam. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) berkomitmen terus mendukung konservasi alam dan lingkungan melalui pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem secara berkesinambungan. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan untuk memberi manfaat bagi pemegang saham, karyawan dan masyarakat, serta peduli pada lingkungan.

Salah satu langkah nyata PKT adalah dengan mengembangkan dan mereintroduksi 1.000 anggrek hitam, tanaman endemik Kalimantan yang terancam punah. Sebagai catatan, kebakaran hebat di Taman Nasional Kutai (TNK) pada 2015 menghanguskan seluruh populasi anggrek hitam di area konservasi tersebut.

“Dengan metode kultur jaringan, PKT berhasil mengembangkan anggrek hitam untuk direintroduksi kembali ke TNK sebanyak 1.000 bibit sejak 2019, hingga saat ini anggrek hitam tersebut terus dimonitor pertumbuhannya,” ujar Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Mal Taman Anggrek Dibuka, Pengunjung Dibatasi Maksimal 25% dan Wajib Sudah Divaksin

Menurut Rahmad, reintroduksi dilakukan PKT agar populasi anggrek hitam terjaga, karena tanaman tersebut dikategorikan sebagai flora terancam punah yang dilindungi, serta dilarang diperdagangkan secara bebas kecuali hasil penangkaran, sesuai Peraturan Pemerintah nomor 7 Tahun 1999.

“PKT peduli terhadap kelangsungan hidup anggrek hitam agar populasinya tetap terjaga. Hal ini yang mendasari konservasi dan pengembangan kami lakukan melalui metode kultur jaringan di laboratorium Perusahaan,” bebernya.

Sebagai mitra TNK dalam 26 tahun terakhir, lanjut dia, PKT berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian anggrek hitam agar populasi dan pemulihan ekosistem tanaman endemik ini tetap terjaga.

“Kepunahan anggrek hitam akan menjadi kerugian besar bagi keanekaragaman hayati di Indonesia. Inilah yang diantisipasi PKT melalui reintroduksi ke TNK,” tutur Rahmad.

Baca juga: Waspada! Kasus COVID-19 di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Naik 3 Minggu Berturut-turut

Sementara itu, sesuai tema “Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara” pada peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021, PKT memastikan untuk terus meningkatkan peran dan komitmen di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan lingkungan.

Menurut Rahmad, PKT senantiasa menyinergikan aspek lingkungan dalam aktivitas bisnis perusahaan sebagai dasar mengelola dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana.

“PKT tak hanya berpikir profit dalam aktifitas bisnis, tapi juga peduli terhadap pelestarian alam dan lingkungan. Komitmen ini akan terus dipegang perusahaan dengan berpartisipasi aktif dalam perbaikan ekosistem,” tandasnya.

Selain reintroduksi anggrek hitam, PKT juga fokus pada program berbasis konservasi laut di perairan Bontang sejak 2009, berupa penurunan terumbu buatan dengan komitmen 500 unit per tahun. Program ini melibatkan kelompok nelayan di sekitar perusahaan, untuk proses pembuatan dan penurunan media terumbu.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Rekomendasi
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
1,2 Juta Suporter Datang,...
1,2 Juta Suporter Datang, NYPD Khawatir Perdagangan Seks Meledak di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved