Sejarah Pasar Modal Indonesia: Pernah Vakum Sebab Perang Dunia

Selasa, 10 Agustus 2021 - 21:20 WIB
loading...
A A A
Namun, pecahnya Perang Dunia ke-I membuat aktivitas perdagangan saham dihentikan pada 1914-1918. Pada 1925, perdagangan efek di Jakarta, Semarang, dan Surabaya dibuka kembali menyusul situasi yang mereda.

Lebih dari satu dekade berselang, pada 1939, meletuslah Perang Dunia ke-II, ketika negara-negara di Eropa menyatakan perang dengan pasukan Nazi Jerman. Konflik ini membuat perdagangan bursa di Semarang dan Surabaya ditutup.

Sedangkan transaksi bursa di Jakarta baru ditutup pada 1942 saat pasukan Jepang--aliansi poros, musuh dari sekutu--mulai merangsek masuk ke Tanah Air. Penutupan ini berlangsung cukup lama hingga Indonesia merdeka pada 1945. Di tengah konflik ideologis 'Kapitalisme vs Komunisme' yang terjadi dalam Perang Dingin membuat perdagangan efek tidak terpantau.

Memasuki 1956, gejolak 'nasionalisasi' perusahaan-perusahaan asing merebak di Bumi Pertiwi. Perebutan perusahaan Belanda oleh rakyat Indonesia membuat aktivitas perdagangan bursa semakin tidak aktif dan tidak laku. Hingga 1956 sampai lengsernya Presiden Soekarno pada 1967, MNC Portal belum menemukan catatan yang menunjukkan aktivitas perdagangan bursa.

Baca juga:Gelar Vaksinasi Gratis di Bekasi, Politisi PAN Ingatkan Prokes Harga Mati

Satu dekade berselang, pada masa Kabinet Pembangunan 2, Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. Bursa dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
Bursa Saham Merana Jelang...
Bursa Saham Merana Jelang Iduladha, IHSG Ditutup Longsor 1,23% ke 6.130
Sempat Merah di Awal...
Sempat Merah di Awal Sesi, IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.206
Bursa Saham Dibuka Lesu,...
Bursa Saham Dibuka Lesu, IHSG Lanjut Melemah ke 6.065 Pagi Ini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Rekomendasi
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved