Kolaborasi Hadirkan Fitur Penjualan Produk Digital bagi UMKM Indonesia
Rabu, 11 Agustus 2021 - 08:32 WIB
loading...
Kerja sama antar kedua perusahaan memungkinkan 6,5 juta UMKM pengguna BukuWarung untuk meningkatkan pendapatan bisnis mereka melalui penjualan produk digital. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Guna membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia menjawab tantangan di tengah Pandemi Covid-19. BukuWarung, perusahaan teknologi yang memiliki misi memajukan bisnis UMKM Indonesia bersinergi dengan Ayoconnect, perusahaan pengembang solusi API finansial.
Kerja sama antar kedua perusahaan memungkinkan 6,5 juta UMKM pengguna BukuWarung untuk meningkatkan pendapatan bisnis mereka melalui penjualan produk digital .
“Permintaan pasar terhadap produk digital, seperti pulsa telepon seluler, token listrik dan uang elektronik cenderung semakin bertumbuh. Melalui tambahan fitur ini, lebih dari 6,5 juta pengguna BukuWarung mendapatkan tambahan komoditas usaha untuk ditawarkan kepada pelanggan mereka,” ujar CEO dan Co-Founder BukuWarung, Abhinay Peddisetty.
Baca Juga: Tangkal Pengguna Ilegal, Telkom Daftar HAKI Dua Produk Digital
"Artinya, pengguna kami, yakni para pedagang UMKM, berpeluang mendapatkan peningkatan pendapatan di tengah situasi sulit pandemi Covid-19. Proses transaksi yang sepenuhnya online membuat penjualan produk digital tidak terpengaruh pembatasan rute logistik," lanjutnya.
UMKM Indonesia seperti diketahui telah memberikan berbagai kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia mencatat Indonesia memiliki 64 juta UMKM yang dapat menyerap 120 juta tenaga kerja.
UMKM juga berkontribusi sebesar Rp8.573 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional di tahun 2019. Meski demikian, pandemi COVID-19 memberikan berbagai tantangan terhadap pertumbuhan bisnis UMKM.
Kerja sama antar kedua perusahaan memungkinkan 6,5 juta UMKM pengguna BukuWarung untuk meningkatkan pendapatan bisnis mereka melalui penjualan produk digital .
“Permintaan pasar terhadap produk digital, seperti pulsa telepon seluler, token listrik dan uang elektronik cenderung semakin bertumbuh. Melalui tambahan fitur ini, lebih dari 6,5 juta pengguna BukuWarung mendapatkan tambahan komoditas usaha untuk ditawarkan kepada pelanggan mereka,” ujar CEO dan Co-Founder BukuWarung, Abhinay Peddisetty.
Baca Juga: Tangkal Pengguna Ilegal, Telkom Daftar HAKI Dua Produk Digital
"Artinya, pengguna kami, yakni para pedagang UMKM, berpeluang mendapatkan peningkatan pendapatan di tengah situasi sulit pandemi Covid-19. Proses transaksi yang sepenuhnya online membuat penjualan produk digital tidak terpengaruh pembatasan rute logistik," lanjutnya.
UMKM Indonesia seperti diketahui telah memberikan berbagai kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia mencatat Indonesia memiliki 64 juta UMKM yang dapat menyerap 120 juta tenaga kerja.
UMKM juga berkontribusi sebesar Rp8.573 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional di tahun 2019. Meski demikian, pandemi COVID-19 memberikan berbagai tantangan terhadap pertumbuhan bisnis UMKM.
Lihat Juga :