China Memicu Ketakutan Gangguan Pasokan Global

Minggu, 15 Agustus 2021 - 08:11 WIB
loading...
China Memicu Ketakutan...
China telah memicu ketakutan munculnya gangguan pada pasokan global, setelah menutup sebagaian pelabuhan kargo terbesar Ningbo-Zhoushan yang terletak di China Timur. Foto/Dok
A A A
NINGBO - China telah memicu ketakutan munculnya gangguan pada pasokan global , setelah menutup sebagaian pelabuhan kargo terbesar akibat varian baru virus Covid-19. Layanan di salah satu terminal pelabuhan Ningbo-Zhoushan ditutup, menyusul seorang pekerja terinfeksi varian Delta Covid-19.

Dikutip dari BBC, Ningbo-Zhoushan yang terletak di China Timur merupakan, pelabuhan kargo tersibuk ketiga di dunia. Penutupan itu mengancam lebih banyak gangguan pada rantai pasokan global menjelang musim belanja saat Natal.

Baca Juga: Ancaman Krisis Logistik Global Muncul Kembali Usai Wabah Virus di China Selatan Meningkat

Menutup terminal di pulau Meishan sampai pemberitahuan lebih lanjut akan memotong kapasitas pelabuhan untuk kargo kontainer mencapai sekitar seperempat. Kebijakan ini terjadi saat biaya pengiriman dari China dan Asia Tenggara ke pantai Timur AS telah mencapai rekor tertinggi, menurut indeks pengiriman kontainer global Freightos Baltic.

Ditambah beberapa bisnis di Inggris sudah merasakan tekanan dari biaya pengiriman yang jauh lebih tinggi. Jason Chiang dari Ocean Shipping Consultants mengatakan, kepada BBC Asia Business Report bahwa industri perkapalan global kemungkinan akan merasakan dampak pandemi selama beberapa bulan lagi.

"Kami tidak berharap untuk melihat peningkatan kapasitas pengiriman baru sampai dua tahun ke depan. Jadi semuanya antara sekarang dan dua tahun akan tergantung pada bagaimana pandemi berjalan," ungkap Jason Chiang.

Ningbo-Zhoushan sendiri adalah pelabuhan kargo terbesar ketiga di dunia setelah Shanghai dan Singapura. Maka jika terminal ditutup untuk jangka waktu yang lama, hal itu bisa berdampak sangat besar pada ekonomi dunia.

Dikota Ningbo, tempat pelabuhan itu berada, pihak berwenang juga telah menangguhkan penerbangan masuk dan keluar ke Ibukota China, Beijing. Sebuah distrik yang dekat dengan pelabuhan juga telah di lockdown ketika sebagian bisnis termasuk bioskop, pusat kebugaran dan bar telah ditutup.

Penutupan pelabuhan terjadi ketika perdagangan global biasanya menghadapi tekanan jauh lebih berat pada paruh kedua tahun ini. Pasalnya bisnis di Eropa dan Amerika Utara bersiap untuk lonjakan penjualan menjelang Natal dan hari libur lainnya.

Baca Juga: Wabah Corona Dipastikan Ganggu Rantai Pasok Global

Kebijakan penghentian pelabuhan akibat gelombang kedua virus kedua telah menghantam pelabuhan China dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya Yantian di Shenzhen juga sempat ditutup sebagian selama beberapa minggu sejak akhir Mei.

Perusahaan harus berjuang untuk mendapatkan pasaokan barang, demi menjaga bisnis mereka tetap hidup karena pandemi menutup ekonomi di seluruh dunia. Rantai pasokan global juga pernah berada di bawah tekanan yang lebih besar ketika sebuah kapal kontainer besar terjebak di Terusan Suez pada bulan Maret.

Ever Given, sebuah kapal kontainer besar yang membawa kargo antara Asia dan Eropa, memblokir jalur pelayaran utama di Mesir selama hampir seminggu.

Insiden itu menyebabkan gangguan besar dan penundaan industri pelayaran global karena kapal dipaksa untuk menunggu kanal dibuka kembali atau mengambil rute yang lebih panjang di sekitar ujung selatan Afrika.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Berita Terkini
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved