Tembus Ekspor, Cau Coklat Kembangkan Pertanian dari Hulu ke Hilir

Senin, 16 Agustus 2021 - 01:56 WIB
loading...
A A A
Potensi kakao Indonesia sangat besar, sebagai eksportir terbesar ketiga dunia, namun pada 2017 melorot ke peringkat enam dunia akibat harga ditentukan oleh pasar global. Sementara petani tidak faham standar harga global akibat panjangnya rantai distribusi, akibatnya petani hanya menerima 70% dari standar harga global.

“Petani kesulitan menjual hasil panen ke pabrik, maka Cau Chocolate memutus rantai distribusi ini. Kini, petani menjual kakao ke koperasi lalu masuk ke Cau Chocolate. Terpotongnya rantai distribusi, membuat harga yang diterima petani naik hingga 90%,” kata Kadek, Chief Executive Officer (CEO) PT Cau Chocolate Bali.

Menurutnya, saat ini Cau Chocolate bermitra dengan 600 petani di Tabanan dan Jembrana, 200 di antaranya telah memiliki sertifikasi organik. Saat ini, Cau Chocolates merupakan satu-satunya coklat Indonesia yang meraih organik sertifikat dari badan terakreditasi pemerintah Indonesia, Amerika (USDA) dan Eropa (EU). Sertifikat yang dimiliki antara lain Organik Indonesia, Organik Eropa, Halal, GMP, BPOM dan ISO 9001:2015.

“Awalnya, Cau Chocolate fokus pasar domestik untuk oleh-oleh, tapi menurunnya wisatawan ke Bali maka kami harus mengubah strategi. Membuka pasar domestik di luar Bali dan peluang ekspor. Sebelum pandemi, produk untuk ekspor hanya 10% tapi sekarang naik hingga 60% dari total omsel,” kata Kadek.

Periode Januari - Juli 2021, Cau Chocolates mengekspor 4,2 ton olahan coklat berupa cocoa powder, NBS, butter, coconut sugar dan dark chocolate ke lima negara tujuan ekspor yakni Malaysia, Brunei, Singapura, Qatar dan Jepang dengan perolehan devisa sekitar Rp1.265 miliar.

Guna menunjang ekspor, kata Kadek, Cau Chocolates juga menjalin kerjasama dengan kementerian terkait khususnya Kementan dan memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk ke mancanegara.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Omzet Petani Milenial...
Omzet Petani Milenial Rp5 Miliar per Tahun, Mentan Amran Janji Permudah Perizinan
Kementan Dorong Petani...
Kementan Dorong Petani Muda Aktif di Koperasi Desa Merah Putih 
Lewat YESS, Kementan...
Lewat YESS, Kementan Pastikan Peran Aktif Disabilitas dalam Pembangunan Pertanian
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Petani Milenial Kaltim...
Petani Milenial Kaltim Raup Cuan Rp24 Juta per Bulan, Mentan Amran Terharu
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved