Laporan BI: KPR Kini jadi Andalan Bank Syariah
Jum'at, 29 Mei 2020 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Pembiayaan perbankan syraiah masih memiliki porsi terbesar dengan 89,60% dibandingkan porsi pembiayaan yang disalurkan oleh pelaku industri jasa keuangan syariah lainnya. Total outstanding pembiayaan perbankan syariah yang terdiri dari Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) pada akhir 2019 mencapai Rp366 triliun. Porsi pembiayaan tersebut mencapai 6,36% dari total kredit perbankan sepanjang tahun 2019 sebesar Rp5.759 triliun.
BI juga mengatakan ada dua sektor besar yang dibiayai oleh bank syariah. Sektor Lapangan Usaha dan Rumah Tangga. Di sektor lapangan usaha pembiayan bank syariah terkonsentrasi pada sektor perdagangan sebesar 19%, konstruksi 16% dan sektor lainnya 16%. Untuk pembiayaan sektor Rumah Tangga lebih dari setengah pembiyaan perbankan syariah menyasar kepada pemilikan rumah alias KPR sebesar 54%. Disusul kemudian dengan pembiayaan untuk kepemilikan peralatan rumah tangga dan multiguna sebesar 36%.
Tunjuk Rumah
Di Beberapa bank syariah, KPR syariah masih jadi andalan untuk mendongkrak pertumbuhan kinerja. Sebut saja Bank Mandiri Syariah tahun ini menargetkan dapat menggenjot pertumbuhan KPR syariahnya sebesar 20%. Target ini lebih tinggi dari pertumbuhan KPR Mandiri Syariah di 2019 yang mencapai 12%. Baca Juga: Alhamdulillah, Di Saat Wabah Kinerja Bank Syariah Melesat
Sementara itu BRISyariah di tahun 2020 ini mendapat kuota untuk menyalurkan KPR untuk 8.700 unit rumah dengan total plafond Rp 1,2 triliun. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu, saat itu BRISyariah mampu menyalurkan pembiayaan untuk 6.898 unit rumah.
Bank syariah lainnya, BNI Syariah juga menargetkan mampu untuk meningkatkan pertumbuhan KPR nya sebesar 12%. Bank ini memiliki produk andalan BNI Griya iB Hasanah. Pada tiga bulan pertama tahun ini, BNI Syariah telah berhasil menyalurkan pembiayaan Rp 13,58 triliun, naik 11,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produk BNI Griya iB Hasanah ini sebenarnya ditujukan untuk kaum milenial yang belum memiliki hunian. Pasar milenial memang pasar yang cukup menjanjikan. catatan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan, 81 juta generasi milenial belum memiliki hunian sendiri. Tentunya, ini merupakan pasar potensial bagi lembaga keuangan syariah, untuk menawarkan produk inovatif untuk menggaet kaum muda.
Direktur Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi mengatakan, Griya Swakarya iB Hasanah memang disiapkan untuk pasar milenial, sehingga memiliki beberapa inovasi. Diantaranya ada perbedaan yang jelas antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional, yakni tanah dan bangunan yang ditawarkan merupakan aset milik bank.
BI juga mengatakan ada dua sektor besar yang dibiayai oleh bank syariah. Sektor Lapangan Usaha dan Rumah Tangga. Di sektor lapangan usaha pembiayan bank syariah terkonsentrasi pada sektor perdagangan sebesar 19%, konstruksi 16% dan sektor lainnya 16%. Untuk pembiayaan sektor Rumah Tangga lebih dari setengah pembiyaan perbankan syariah menyasar kepada pemilikan rumah alias KPR sebesar 54%. Disusul kemudian dengan pembiayaan untuk kepemilikan peralatan rumah tangga dan multiguna sebesar 36%.
Tunjuk Rumah
Di Beberapa bank syariah, KPR syariah masih jadi andalan untuk mendongkrak pertumbuhan kinerja. Sebut saja Bank Mandiri Syariah tahun ini menargetkan dapat menggenjot pertumbuhan KPR syariahnya sebesar 20%. Target ini lebih tinggi dari pertumbuhan KPR Mandiri Syariah di 2019 yang mencapai 12%. Baca Juga: Alhamdulillah, Di Saat Wabah Kinerja Bank Syariah Melesat
Sementara itu BRISyariah di tahun 2020 ini mendapat kuota untuk menyalurkan KPR untuk 8.700 unit rumah dengan total plafond Rp 1,2 triliun. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu, saat itu BRISyariah mampu menyalurkan pembiayaan untuk 6.898 unit rumah.
Bank syariah lainnya, BNI Syariah juga menargetkan mampu untuk meningkatkan pertumbuhan KPR nya sebesar 12%. Bank ini memiliki produk andalan BNI Griya iB Hasanah. Pada tiga bulan pertama tahun ini, BNI Syariah telah berhasil menyalurkan pembiayaan Rp 13,58 triliun, naik 11,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produk BNI Griya iB Hasanah ini sebenarnya ditujukan untuk kaum milenial yang belum memiliki hunian. Pasar milenial memang pasar yang cukup menjanjikan. catatan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan, 81 juta generasi milenial belum memiliki hunian sendiri. Tentunya, ini merupakan pasar potensial bagi lembaga keuangan syariah, untuk menawarkan produk inovatif untuk menggaet kaum muda.
Direktur Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi mengatakan, Griya Swakarya iB Hasanah memang disiapkan untuk pasar milenial, sehingga memiliki beberapa inovasi. Diantaranya ada perbedaan yang jelas antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional, yakni tanah dan bangunan yang ditawarkan merupakan aset milik bank.
Lihat Juga :