Pendapatan Lippo Karawaci Tembus Rp12,25 Triliun
Jum'at, 29 Mei 2020 - 17:46 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia menuturkan, pendapatan dari segmen bisnis LPKR Real Estate Management & Services meningkat 13,2% menjadi Rp9,2 triliun, yang merupakan 74,8% dari total pendapatan tahun 2019 dibanding dengan 71,1% di tahun 2018.
Sementara itu, pendapatan Real Estate Development di tahun 2019 turun 3,8% menjadi Rp2,98 triliun dari Rp3,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Bisnis ini memberikan kontribusi sebesar 24,1% dari total pendapatan di tahun 2019 dibandingkan dengan 27,0% di tahun 2018.
Penjualan sesekali di tahun 2018 dan tahun 2019 merupakan penjualan tanah Meikarta ke MSU di Lippo Cikarang, yang merupakan pendapatan tidak berulang masing-masing sebesar Rp838 miliar dan Rp65 miliar. "JIka kita menyesuaikan penjualan sesekali tersebut, pendapatan real estate development meningkat 29,0% di tahun 2019," jelas John.
Dia menuturkan, LPKR membukukan laba bruto yang lebih rendah, yaitu Rp4,60 triliun di tahun 2019 dibandingkan dengan Rp5,25 triliun di tahun 2018. Hal ini terutama karena laba bruto sektor Real Estate Development tahun 2019 yang lebih rendah sebesar Rp894 miliar, atau turun 51,8% dibandingkan Rp1,85 triliun pada periode 2018.
Sementara itu, laba bruto bisnis Real Estate Management & Services mencatat pertumbuhan yang sehat sebesar 12,3% menjadi Rp3,58 triliun di tahun 2019 dari Rp3,19 triliun di 2018.
Sementara itu, pendapatan Real Estate Development di tahun 2019 turun 3,8% menjadi Rp2,98 triliun dari Rp3,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Bisnis ini memberikan kontribusi sebesar 24,1% dari total pendapatan di tahun 2019 dibandingkan dengan 27,0% di tahun 2018.
Penjualan sesekali di tahun 2018 dan tahun 2019 merupakan penjualan tanah Meikarta ke MSU di Lippo Cikarang, yang merupakan pendapatan tidak berulang masing-masing sebesar Rp838 miliar dan Rp65 miliar. "JIka kita menyesuaikan penjualan sesekali tersebut, pendapatan real estate development meningkat 29,0% di tahun 2019," jelas John.
Dia menuturkan, LPKR membukukan laba bruto yang lebih rendah, yaitu Rp4,60 triliun di tahun 2019 dibandingkan dengan Rp5,25 triliun di tahun 2018. Hal ini terutama karena laba bruto sektor Real Estate Development tahun 2019 yang lebih rendah sebesar Rp894 miliar, atau turun 51,8% dibandingkan Rp1,85 triliun pada periode 2018.
Sementara itu, laba bruto bisnis Real Estate Management & Services mencatat pertumbuhan yang sehat sebesar 12,3% menjadi Rp3,58 triliun di tahun 2019 dari Rp3,19 triliun di 2018.
Lihat Juga :