Kado HUT RI ke-76, Lapangan Sidayu dan Banyu Urip Sumbang Tambahan Produksi Migas
Kamis, 19 Agustus 2021 - 05:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kado HUT RI, PGN Saka Tambah Produksi Migas 7.300 BOEPD di Blok Pangkah
Hasil tes produksi sebelum Acid Wash adalah sebesar 4.500 BOPD dan 1,5 MMSCFD, sedangkan setelah Acid Wash adalah sebesar 9.500 BOPD dan 3,5 MMSCFD. Tingkat produksi puncak lapangan Banyu Urip telah berlangsung selama 5 tahun atau 3 tahun lebih lama dari estimasi POD awal.
Selain itu, tingkat produksi minyak saat puncak juga sekitar 30 persen lebih tinggi dari rencana tingkat produksi POD awal. Sesuai dengan karakteristik alamiah reservoir, Lapangan Banyu Urip juga mengalami penurunan laju produksi yang diindikasikan dengan peningkatan rasio air, rasio gas serta terjadinya scale di beberapa sumur-sumur produksi.
Keberhasilan perawatan sumur B01 dan C02 merupakan bagian dari komitmen SKK Migas dan EMCL untuk kegiatan eksploitasi minyak dan gas bumi dalam upaya menahan laju penurunan produksi, dengan operasi yang aman serta pengelolaan reservoir dengan penuh kehati-hatian sesuai dengan kapasitas fasilitas produksi yang tersedia.
Selain Gas Shut Off dan Acid Wash, terdapat beberapa pekerjaan perawatan sumur lain di Blok Cepu, yaitu reperforasi, downhole repair dan perawatan rutin.
"Keberhasilan kedua lapangan migas tersebut adalah salah satu kado hulu migas pada peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia. Tambahan produksi minyak di Sidayu dan Banyu Urip sekitar 12.100 – 12.300 BOPD akan berkontribusi pada upaya pencapaian target lifting minyak di tahun 2021," kata Surya.
Hasil tes produksi sebelum Acid Wash adalah sebesar 4.500 BOPD dan 1,5 MMSCFD, sedangkan setelah Acid Wash adalah sebesar 9.500 BOPD dan 3,5 MMSCFD. Tingkat produksi puncak lapangan Banyu Urip telah berlangsung selama 5 tahun atau 3 tahun lebih lama dari estimasi POD awal.
Selain itu, tingkat produksi minyak saat puncak juga sekitar 30 persen lebih tinggi dari rencana tingkat produksi POD awal. Sesuai dengan karakteristik alamiah reservoir, Lapangan Banyu Urip juga mengalami penurunan laju produksi yang diindikasikan dengan peningkatan rasio air, rasio gas serta terjadinya scale di beberapa sumur-sumur produksi.
Keberhasilan perawatan sumur B01 dan C02 merupakan bagian dari komitmen SKK Migas dan EMCL untuk kegiatan eksploitasi minyak dan gas bumi dalam upaya menahan laju penurunan produksi, dengan operasi yang aman serta pengelolaan reservoir dengan penuh kehati-hatian sesuai dengan kapasitas fasilitas produksi yang tersedia.
Selain Gas Shut Off dan Acid Wash, terdapat beberapa pekerjaan perawatan sumur lain di Blok Cepu, yaitu reperforasi, downhole repair dan perawatan rutin.
"Keberhasilan kedua lapangan migas tersebut adalah salah satu kado hulu migas pada peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia. Tambahan produksi minyak di Sidayu dan Banyu Urip sekitar 12.100 – 12.300 BOPD akan berkontribusi pada upaya pencapaian target lifting minyak di tahun 2021," kata Surya.
(akr)
Lihat Juga :