Penjualan Pencetakan Sarung Tangan Naik 9,94% di Masa Pandemi Covid-19
Jum'at, 29 Mei 2020 - 18:22 WIB
loading...
Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh (kiri). Foto/Dok.
A
A
A
JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), emiten yang bergerak dalam pembuatan produk porselen cetakan sarung tangan berhasil membukukan penjualan Rp96,81 miliar pada kuartal I tahun 2020, atau meningkat 9,94% dibandingkan kuartal I tahun 2019 sebesar Rp88,06 miliar.
Laba kotor Perseroan pada kuartal I tahun 2020 naik 6,98% menjadi Rp40,83 miliar dibandingkan kuartal I tahun 2019 sebesar Rp38,17 miliar.
Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh mengatakan pencapaian yang diraih merupakan keberhasilan Perseroan menjaga tingkat efisiensi serta mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Ini terlihat dari keberhasilan Perseroan menjaga margin laba kotor di 42,18% dengan nilai sebesar Rp40,84 miliar.
"Kinerja yang positif membuat Perseroan mampu mempertahankan laba di kuartal I tahun 2020. Laba ini didukung strategi produksi dan efisiensi Perseroan sepanjang kuartal I tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19,” kata Ridwan dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (29/5/2020).
Sejak munculnya virus corona di Wuhan China pada Desember 2019, dan mewabahnya virus tersebut di beberapa negara sehingga dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO telah meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya kesehatan. Pengembangan Vaksin Covid-19, Kalbe Farma Gandeng Perusahaan Korea
Permintaan cetakan sarung tangan Perseroan pada kuartal I belum mengalami kenaikan yang begitu signifikan dikarenakan masih banyaknya persediaan cadangan yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak pada pembuatan sarung tangan.
Virus corona diprediksikan akan berlangsung berkepanjangan dan tentunya akan mendongkrak permintaan sarung tangan global pada kuartal II. Tren yang sama terjadi saat virus SARS mewabah tahun 2002 dan 2003, permintaan sarung tangan global saat itu meningkat dari 12% menjadi 16%, dimana konsumsi sarung tangan secara global bertumbuh secara konsisten dengan CAGR 8 hingga 10% per tahun.
Laba kotor Perseroan pada kuartal I tahun 2020 naik 6,98% menjadi Rp40,83 miliar dibandingkan kuartal I tahun 2019 sebesar Rp38,17 miliar.
Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh mengatakan pencapaian yang diraih merupakan keberhasilan Perseroan menjaga tingkat efisiensi serta mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Ini terlihat dari keberhasilan Perseroan menjaga margin laba kotor di 42,18% dengan nilai sebesar Rp40,84 miliar.
"Kinerja yang positif membuat Perseroan mampu mempertahankan laba di kuartal I tahun 2020. Laba ini didukung strategi produksi dan efisiensi Perseroan sepanjang kuartal I tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19,” kata Ridwan dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (29/5/2020).
Sejak munculnya virus corona di Wuhan China pada Desember 2019, dan mewabahnya virus tersebut di beberapa negara sehingga dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO telah meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya kesehatan. Pengembangan Vaksin Covid-19, Kalbe Farma Gandeng Perusahaan Korea
Permintaan cetakan sarung tangan Perseroan pada kuartal I belum mengalami kenaikan yang begitu signifikan dikarenakan masih banyaknya persediaan cadangan yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak pada pembuatan sarung tangan.
Virus corona diprediksikan akan berlangsung berkepanjangan dan tentunya akan mendongkrak permintaan sarung tangan global pada kuartal II. Tren yang sama terjadi saat virus SARS mewabah tahun 2002 dan 2003, permintaan sarung tangan global saat itu meningkat dari 12% menjadi 16%, dimana konsumsi sarung tangan secara global bertumbuh secara konsisten dengan CAGR 8 hingga 10% per tahun.
Lihat Juga :