Penjualan Pencetakan Sarung Tangan Naik 9,94% di Masa Pandemi Covid-19
Jum'at, 29 Mei 2020 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Malaysia sebagai produsen sarung tangan karet terbesar di dunia, telah menetapkan kebijakan lockdown di masa pandemi Covid-19. Pada awal penetapan kebijakan lockdown, Pemerintah Malaysia hanya mengizinkan perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan untuk beroperasi dengan syarat hanya memperkerjakan tenaga kerjanya sebesar 50%.
Oleh karena itu, MARK sebagai pemasok 35% pasar cetakan sarung tangan karet di dunia, dengan pasar utama Malaysia, dimana sekitar 65% penjualan MARK berasal dari ekspor ke Malaysia memutuskan untuk menurunkan kapasitas produksi menjadi 600.000 pieces per bulan selama kurun waktu dua bulan, dengan mengurangi jam lembur karyawan untuk mendukung program physical distancing.
Namun, Malaysia telah melonggarkan peraturan lockdown dimana menurut surat tertanggal 27 Maret kepada para anggota Asosiasi Produsen Sarung Tangan Karet Malaysia, Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri (MITI) mengizinkan pabrik-pabrik sarung tangan kembali beroperasi penuh mulai 1 April dengan syarat-syarat yang ketat untuk tetap memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
"Maka dari itu, saat ini karyawan MARK yang bekerja di pabrik lama telah dipindahkan sebagian ke pabrik perseroan yang baru di Jalan Utama Desa Dalu Sepuluh A dengan luas lahan berkisar ±8 hektar. Hal ini tentunya membuat program physical distancing terpenuhi dikarenakan area kerja yang lebih luas sehingga pada kuartal II kapasitas produksi perseroan akan kembali normal," jelas Ridwan.
Perseroan yang sahamnya tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia sejak Mei 2019 ini, mampu mempertahankan kinerja positifnya di tengah situasi Covid-19. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Perseroan secara berturut-turut mengalami kenaikan profit yang signifikan. Saat ini hampir seluruh negara dilanda pandemi Covid-19 yang berdampak secara global pada dunia bisnis, namun Perseroan tetap optimis dapat mempertahankan kinerja positifnya di tengah situasi Covid-19 di tahun 2020 ini.
Oleh karena itu, MARK sebagai pemasok 35% pasar cetakan sarung tangan karet di dunia, dengan pasar utama Malaysia, dimana sekitar 65% penjualan MARK berasal dari ekspor ke Malaysia memutuskan untuk menurunkan kapasitas produksi menjadi 600.000 pieces per bulan selama kurun waktu dua bulan, dengan mengurangi jam lembur karyawan untuk mendukung program physical distancing.
Namun, Malaysia telah melonggarkan peraturan lockdown dimana menurut surat tertanggal 27 Maret kepada para anggota Asosiasi Produsen Sarung Tangan Karet Malaysia, Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri (MITI) mengizinkan pabrik-pabrik sarung tangan kembali beroperasi penuh mulai 1 April dengan syarat-syarat yang ketat untuk tetap memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
"Maka dari itu, saat ini karyawan MARK yang bekerja di pabrik lama telah dipindahkan sebagian ke pabrik perseroan yang baru di Jalan Utama Desa Dalu Sepuluh A dengan luas lahan berkisar ±8 hektar. Hal ini tentunya membuat program physical distancing terpenuhi dikarenakan area kerja yang lebih luas sehingga pada kuartal II kapasitas produksi perseroan akan kembali normal," jelas Ridwan.
Perseroan yang sahamnya tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia sejak Mei 2019 ini, mampu mempertahankan kinerja positifnya di tengah situasi Covid-19. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Perseroan secara berturut-turut mengalami kenaikan profit yang signifikan. Saat ini hampir seluruh negara dilanda pandemi Covid-19 yang berdampak secara global pada dunia bisnis, namun Perseroan tetap optimis dapat mempertahankan kinerja positifnya di tengah situasi Covid-19 di tahun 2020 ini.
(bon)
Lihat Juga :