Raih Pendanaan Rp130 M, Lifepal Siap Kembangkan Produk dan Layanan
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, Lifepal menawarkan lebih dari 300 polis di asuransi mobil, kesehatan, jiwa, properti, dan perjalanan. Lifepal memiliki lebih dari 50 mitra asuransi yang mencakup beberapa perusahaan terbesar di Indonesia.
"Selama pandemi, kami mengalami peningkatan permintaan yang kuat karena meningkatnya kesadaran akan risiko kesehatan. Masyarakat juga merasakan kemudahan dan kenyaman secara online tanpa perlu bertemu langsung," ungkap Chief Marketing Officer Lifepal Benny Fajarai dalam siaran pers, Jumat (20/8/2021).
Benny menegaskan, Lifepal menjawab kebutuhan konsumen modern yang terus berkembang, mengurangi masalah terkait dengan agen tradisional, dan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik dengan digitalisasi penuh.
Dengan pertumbuhan kelas menengah dan adopsi layanan digital yang cepat, menurut Penelitian Munich Re Economic, Indonesia adalah salah satu pasar asuransi dengan pertumbuhan tercepat secara global dan diperkirakan akan mencapai USD58 miliar (Rp835 triliun) pada tahun 2025.
Namun, agen asuransi tradisional kurang dapat berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baru berbasis digital yang menuntut transparansi, kenyamanan, dan akses ke berbagai produk pilihan.
"Selama pandemi, kami mengalami peningkatan permintaan yang kuat karena meningkatnya kesadaran akan risiko kesehatan. Masyarakat juga merasakan kemudahan dan kenyaman secara online tanpa perlu bertemu langsung," ungkap Chief Marketing Officer Lifepal Benny Fajarai dalam siaran pers, Jumat (20/8/2021).
Benny menegaskan, Lifepal menjawab kebutuhan konsumen modern yang terus berkembang, mengurangi masalah terkait dengan agen tradisional, dan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik dengan digitalisasi penuh.
Dengan pertumbuhan kelas menengah dan adopsi layanan digital yang cepat, menurut Penelitian Munich Re Economic, Indonesia adalah salah satu pasar asuransi dengan pertumbuhan tercepat secara global dan diperkirakan akan mencapai USD58 miliar (Rp835 triliun) pada tahun 2025.
Namun, agen asuransi tradisional kurang dapat berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baru berbasis digital yang menuntut transparansi, kenyamanan, dan akses ke berbagai produk pilihan.
Lihat Juga :