Gembleng Alutsista, Sri Mulyani Suntik Modal PT PAL Rp1,3 Triliun

Senin, 23 Agustus 2021 - 23:07 WIB
loading...
Gembleng Alutsista,...
Kapal PT PAL Indonesia. FOTO/PT PAL.
A A A
JAKARTA - Pemerintah resmi mengumumkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT PAL Indonesia (Persero) sebesar Rp 1,3 triliun di semester II-2021. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista TNI) hingga pemenuhan minuman Alutsista Matra Laut.

"PT PAL Indonesia sebesar Rp 1,3 triliun, dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan fasilitas pembangunan kapal selam yaitu kemandirian pembangunan Alutsista dan pemenuhan minuman Alutsista Matra Laut," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (23/8/2021).

Baca Juga: Mengulik Jejak PT PAL Membangun Kapal Selam Sejak 2013

Pemerintah memang merencanakan pengadaan alutsista dalam jangka waktu 25 tahun. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tengah mempersiapkan sebuah masterplan yang merupakan mandat khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mandat tersebut sebagai upaya pemerintah melalui PAL Indonesia tidak saja membangun alutsista laut, tapi juga membangun kemandirian teknologi industri pertahanan Indonesia. Saat ini, perseroan tengah memproduksi Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter batch 3, 5, san 6 yang rencananya diluncurkan tahun ini.

"Kalau batch ke 3, yaitu KCR ke 5 dan 6 sedang dalam pembangunan. Direncanakan diluncurkan tahun ini. Kalau kapal batch sebelumnya secara bertahap dilakukan pelengkapan sistem sensor dan senjatanya," ujar ujar Kadep Hubungan Masyarakat PAL Indonesia, Utario Esna Putra, saat dikonfirmasi.

Berbeda dengan batch sebelumnya, pada kontrak pembangunan batch 3 tidak hanya meliputi pembangunan platform, namun juga termasuk pada instalasi sistem sensor dan senjata.

Kapal KCR 60 Meter batch 3 memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter. Kapal tersebut mampu mengakomodasi kru sebanyak 55 orang. Kapal tersebut memiliki berat 500 ton dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot pada kondisi full load serta endurance 5 hari.

Bahkan, memiliki jarak jelajah 2400 Nm pada kecepatan 20 knot. Fungsi utama kapal KCR adalah pengamanan wilayah maritim dan dinilai relevan dengan karakteristik geografi Indonesia. Sebelumnya perseroan telah membangun 3 unit platform KCR 60 Meter yang merupakan bagian dari proyek pembangunan batch 1 yaitu KRI Sampari-628, KRI Tombak-629, dan KRI Halasan-630.

Baca Juga: Taliban Kerahkan Ratusan Orang Rebut Daerah ‘Merdeka’ Terakhir di Afghanistan

Pada batch 2 dibangun platform KRI Kerambit-627 yang kemudian diikuti dengan proyek Fitted For But Not With (FFBNW) sistem sensor dan senjata KRI Kerambit-627. Terdapat dua tipe pembangunan kapal perang, yaitu platform saja atau secara lengkap platform dengan sistem sensor dan senjata.

Untuk kapal perang yang dibangun hanya platform-nya saja, maka di kemudian hari setelah selesainya pembangunan platform akan diikuti dengan program instalasi sistem sensor dan senjata sesuai dengan kebutuhan. Proses tersebut dikenal dengan istilah FFBNW.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Naik Argo Bromo Anggrek...
Naik Argo Bromo Anggrek Sehari Sebelumnya, Sri Mulyani Berduka untuk Korban Tabrakan KA di Bekasi
Sri Mulyani Ditunjuk...
Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation
DPR Setujui PMN Rp14,4...
DPR Setujui PMN Rp14,4 Triliun untuk 4 BUMN dan Bank Tanah
Garuda Indonesia Dapat...
Garuda Indonesia Dapat Kucuran Dana dari Danantara Rp23,67 Triliun
Menjaga Maskapai Garuda...
Menjaga Maskapai Garuda Tetap Mengangkasa lewat Suntikan Modal Danantara
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Seskab Teddy: Langit...
Seskab Teddy: Langit Indonesia Harus Aman, Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar
Rekomendasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved