Pabrik Orientasi Ekspor Beroperasi 100%, Pentolan Buruh: Sudah Divaksin Semua Belum?
Selasa, 24 Agustus 2021 - 15:33 WIB
loading...
Said Iqbal meminta, pemerintah untuk memeriksa apakah buruh di perusahaan padat karya seperti tekstil dan garmen sudah divaksin semua. Hal ini menyusul diperbolehkanya industri berorientasi ekspor beroperasi penuh 100%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta, pemerintah untuk memeriksa apakah buruh di perusahaan padat karya seperti tekstil dan garmen sudah divaksin semua. Hal ini menyusul diperbolehkanya industri berorientasi ekspor beroperasi penuh 100%.
Lebih lanjut Ia menerangkan, jumlah vaksin gratis ini masih terbatas. Belum seluruh buruh tervaksin. Padahal, herd immunity belum terjadi kalau 50% masyarakat dalam hal ini buruh belum tervaksin. Buruh yang belum mendapatkan vaksin, terutama di perusahaan padat karya seperti tekstil dan garmen.
Baca Juga: Kapolri Targetkan 100 Ribu Buruh di Solo Raya Divaksin
Kalau ada pertanyaan, apakah perusahaan yang sudah melakukan relaksasi dengan orientasi ekspor berpotensi terjadi penularan? Untuk menjawab ini, kata Said, pertama perlu disampaikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tetap beroperasi 100%, bahkan sebelum PPKM diberlakukan.
Perusahaan tetap beroperasi 100%, karena mereka mendapatkan izin IOMKI dari Menteri Perindustrian. “Jadi kebijakannya nggak nyambung. Yang satu bilang harus beroperasi 50%, tetapi yang satunya boleh beroperasi 100%,” terangnya.
Dia menyayangkan kebijakan antar kementerian yang terkesan tidak sinkron. Oleh karena itu, harus diperiksa apakah perusahaan yang tetap berjalan 100% sudah terjadi herd immunity atau belum.
Karena perusahaan padat karya yang berorientasi ekspor seperti tekstil, garmen, dan sepatu banyak buruhnya yang belum divaksin.
Lebih lanjut Ia menerangkan, jumlah vaksin gratis ini masih terbatas. Belum seluruh buruh tervaksin. Padahal, herd immunity belum terjadi kalau 50% masyarakat dalam hal ini buruh belum tervaksin. Buruh yang belum mendapatkan vaksin, terutama di perusahaan padat karya seperti tekstil dan garmen.
Baca Juga: Kapolri Targetkan 100 Ribu Buruh di Solo Raya Divaksin
Kalau ada pertanyaan, apakah perusahaan yang sudah melakukan relaksasi dengan orientasi ekspor berpotensi terjadi penularan? Untuk menjawab ini, kata Said, pertama perlu disampaikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tetap beroperasi 100%, bahkan sebelum PPKM diberlakukan.
Perusahaan tetap beroperasi 100%, karena mereka mendapatkan izin IOMKI dari Menteri Perindustrian. “Jadi kebijakannya nggak nyambung. Yang satu bilang harus beroperasi 50%, tetapi yang satunya boleh beroperasi 100%,” terangnya.
Dia menyayangkan kebijakan antar kementerian yang terkesan tidak sinkron. Oleh karena itu, harus diperiksa apakah perusahaan yang tetap berjalan 100% sudah terjadi herd immunity atau belum.
Karena perusahaan padat karya yang berorientasi ekspor seperti tekstil, garmen, dan sepatu banyak buruhnya yang belum divaksin.
Lihat Juga :