Mentan: Kualitas Mahasiswa Polbangtan Harus Setara Petani Milenial Asia

Rabu, 25 Agustus 2021 - 08:02 WIB
loading...
Mentan: Kualitas Mahasiswa...
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat kuliah umum di kampus Polbangtan Bogor, Selasa (24/8/2021). (Foto: Dok. BPPSDMP)
A A A
JAKARTA - Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) harus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Tujuannya agar setelah lulus dari pendidikan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan) ini, kemampuannya setara bahkan melampaui para petani milenial di Asia Tenggara maupun di Asia.

Seruan tersebut dikemukakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada Kuliah Umum di kampus Polbangtan Bogor, Selasa (24/8/2021) yang diikuti 5.000 mahasiswa Polbangtan dari seluruh Indonesia secara virtual. Kuliah umum dihadiri Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi dan sejumlah pejabat eselon satu Kementan.

(Baca juga:Kementan Ganjar Minaqu Home Nature Penghargaan Hortikultura Terbaik)

“Kian berkembangnya sekolah pertanian dan teknologi informasi di era 4.0, saya harap kemampuan mahasiswa Polbangtan setelah lulus kelak setara dengan petani milenial Vietnam, Malaysia bahkan Jepang dan China, yang dikenal memiliki etos kerja dan ilmu pengetahuan yang baik,” kata Mentan Syahrul.

Dia mengingatkan para mahasiswa Polbangtan harus dapat memanfaatkan ilmu dan teknologi pertanian dengan baik. “Tidak ada lagi tanam satu kali dalam setahun. Harus bisa tiga kali tanam dalam setahun, kalau perlu sampai lima kali tanam,” kata Mentan.

(Baca juga:Dapat Program RJIT Kementan, Produktivitas Petani Jombang dan Gresik Meningkat Tajam)

Pertanian ke depan akan lebih efektif dan produktivitas serta pendapatannya lebih besar, berkat dukungan teknologi. “Kita bisa lihat bahwa hari ini kita semua bisa bertemu di sini dari berbagai tempat secara virtual. Ini menunjukkan bahwa ada perubahan era. Saat ini, pertanian kita bisa lebih baik dibandingkan era-era sebelumnya, karena semua sudah terfasilitasi secara digital,” kata Syahrul.

Dia juga meminta generasi milenial meninggalkan pola pikir lama dalam bertani. “Paradigma yang lalu sudah selesai. Kalau kita tidak mengubah cara lama, kita akan tertinggal dan mati,” katanya.

(Baca juga:Protes Harga Ayam Anjlok, Peternak Jabar Gelar Aksi Damai di Depan Kementan)

Kunci sukses di pertanian, kata Mentan, setidaknya ada sejumlah kriteria yang harus dimiliki oleh petani milenial. Kriteria pertama, harus terkoneksi baik dengan alam, manusia, dan juga ilmu pengetahuan.

“Seperti saat kita menggiatkan ekspor, maka kita harus terkoneksi dengan pasar internasional dan berani berinteraksi dengan negara lain,” kata Mentan Syahrul.

Kriteria berikutnya, petani milenial harus mampu berkompetisi secara sehat. Dalam menciptakan persaingan yang baik, sesama petani tidak boleh saling sikut dan menjatuhkan.

Mentan Syahrul meminta generasi milenial tidak ragu terjun ke sektor pertanian didukung teknologi digital. “Bertani sekarang bisa dengan gadget, robot dan artificial intelligence, bisa dilakukan secara otomatis dan cepat."

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berharap para mahasiswa Polbangtan dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh Mentan Syahrul.

“Kita harapkan mahasiswa Polbangtan bisa menjadi job creator, yaitu pengusaha petani milenial. Teman-teman harus bisa merekrut orang-orang sekitar untuk sama-sama berkiprah di sektor pertanian,” kata Dedi.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Omzet Petani Milenial...
Omzet Petani Milenial Rp5 Miliar per Tahun, Mentan Amran Janji Permudah Perizinan
Kementan Dorong Petani...
Kementan Dorong Petani Muda Aktif di Koperasi Desa Merah Putih 
Lewat YESS, Kementan...
Lewat YESS, Kementan Pastikan Peran Aktif Disabilitas dalam Pembangunan Pertanian
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Petani Milenial Kaltim...
Petani Milenial Kaltim Raup Cuan Rp24 Juta per Bulan, Mentan Amran Terharu
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Berita Terkini
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved