Rp7.149,2 Triliun Tumpah dalam Peredaran Uang
Rabu, 25 Agustus 2021 - 11:03 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juli 2021 tetap tumbuh terjaga. Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan, posisi M2 pada Juli 2021 tercatat sebesar Rp7.149,2 triliun atau tumbuh 8,9% (yoy).
Baca juga: Bursa Transfer Eropa: Andy Robertson Semringah Resmi Perpanjang Kontrak di Liverpool
Namun, jumlah itu melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,4% (yoy). Pertumbuhan uang beredar Juli 2021 terutama disebabkan oleh komponen uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9% (yoy) dan uang kuasi (6,8%, yoy).
"Pertumbuhan M2 pada Juli 2021 terutama dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit," kata Erwin di Jakarta, Rabu (25/8/2021).
Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 4,3% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan Juni 2021 sebesar 11,5% (yoy). Penyaluran kredit tercatat tumbuh 0,3% (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya 0,4% (yoy).
Baca juga: Ngeri, Ahli Peringatkan Timbulnya Strain Mutan COVID-19 di New York
Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh 38,7% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 38,4% (yoy).
Baca juga: Bursa Transfer Eropa: Andy Robertson Semringah Resmi Perpanjang Kontrak di Liverpool
Namun, jumlah itu melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,4% (yoy). Pertumbuhan uang beredar Juli 2021 terutama disebabkan oleh komponen uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9% (yoy) dan uang kuasi (6,8%, yoy).
"Pertumbuhan M2 pada Juli 2021 terutama dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit," kata Erwin di Jakarta, Rabu (25/8/2021).
Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 4,3% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan Juni 2021 sebesar 11,5% (yoy). Penyaluran kredit tercatat tumbuh 0,3% (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya 0,4% (yoy).
Baca juga: Ngeri, Ahli Peringatkan Timbulnya Strain Mutan COVID-19 di New York
Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh 38,7% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 38,4% (yoy).
(uka)
Lihat Juga :