Garuda Indonesia Dipaksa Telan Pil Pahit, Rugi Rp12 Triliun di Kuartal II-2021
Selasa, 31 Agustus 2021 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
- Meningkatkan arus kas dengan mengganti cadangan pemeliharaan dengan jaminan pembayaran (SBLC) dari pihak perbankan;
- Secara aktif mencari alternatif pendanaan terkait utang dan pinjaman yang akan jatuh tempo;
- Sinergi Garuda Indonesia Grup melalui keselarasan rute dan penetapan jadwal penerbangan yang disesuaikan dengan permintaan pasar; dan
- Melakukan negosiasi dengan lessor terkait penurunan biaya sewa pesawat, penundaan kedatangan pesawat baru, maupun opsi early redelivery pesawat.
Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat USD56,33 juta, kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi tercatat USD203,05 juta. Lalu kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan mencapai USD26,55 jutaS.
Garuda Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar USD12,96 miliar dan ekuitas minus USD2,84 miliar. Adapun total aset perseroan turun menjadi USD10,11 miliar dibanding tahun 2020 sebesar USD10,78 miliar.
- Secara aktif mencari alternatif pendanaan terkait utang dan pinjaman yang akan jatuh tempo;
- Sinergi Garuda Indonesia Grup melalui keselarasan rute dan penetapan jadwal penerbangan yang disesuaikan dengan permintaan pasar; dan
- Melakukan negosiasi dengan lessor terkait penurunan biaya sewa pesawat, penundaan kedatangan pesawat baru, maupun opsi early redelivery pesawat.
Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat USD56,33 juta, kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi tercatat USD203,05 juta. Lalu kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan mencapai USD26,55 jutaS.
Garuda Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar USD12,96 miliar dan ekuitas minus USD2,84 miliar. Adapun total aset perseroan turun menjadi USD10,11 miliar dibanding tahun 2020 sebesar USD10,78 miliar.
(akr)
Lihat Juga :