Nasib Kereta Cepat Jakarta Bandung: Biayanya Terus Bengkak, Kelarnya Lelet
Rabu, 01 September 2021 - 16:38 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat terjadi pembengkakan biaya (cost overrun) saat pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) . Jumlahnya mencapai USD3,8 miliar (Rp 54 triliun) hingga USD4,9 miliar (Rp 69 triliun).
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAI Salusra Wijaya menyebut, dalam hitungan awal PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), anggaran awal KCJB mencapai USD6,07 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas pembiayaan Engineering Procurement Construction (EPC) sebesar USD4,8 miliar dan USD1,3 miliar untuk non-EPC.
Baca juga: Putin Sebut AS Hadir 20 Tahun di Afghanistan Hanya Hasilkan Tragedi
Estimasi tersebut disusun sejak November 2020 lalu. Namun begitu, sejak dilakukan kajian dengan bantuan konsultan, perhitungannya justru melebar hingga di angka USD8,6 miliar.
"Dari awal USD6,07 miliar biaya awalnya, namun berkembang menjadi USD8,6 miliar Setelah dilakukan kajian dengan bantuan konsultan," ujar Salusra saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9/2021).
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAI Salusra Wijaya menyebut, dalam hitungan awal PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), anggaran awal KCJB mencapai USD6,07 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas pembiayaan Engineering Procurement Construction (EPC) sebesar USD4,8 miliar dan USD1,3 miliar untuk non-EPC.
Baca juga: Putin Sebut AS Hadir 20 Tahun di Afghanistan Hanya Hasilkan Tragedi
Estimasi tersebut disusun sejak November 2020 lalu. Namun begitu, sejak dilakukan kajian dengan bantuan konsultan, perhitungannya justru melebar hingga di angka USD8,6 miliar.
"Dari awal USD6,07 miliar biaya awalnya, namun berkembang menjadi USD8,6 miliar Setelah dilakukan kajian dengan bantuan konsultan," ujar Salusra saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9/2021).
Lihat Juga :