Jokowi Sambut IUAE-CEPA, Perdagangan Indonesia-UEA Akan Dikerek 3 Kali Lipat
Jum'at, 03 September 2021 - 13:56 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik peluncuran Indonesia-Uni Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik peluncuran Indonesia-Uni Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) yang telah dilakukan kedua negara Kamis (2/9) kemarin di Bogor, Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan Presiden saat menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Negara Urusan Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi, di Istana Merdeka.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan menjelaskan, bahwa kunjungan tersebut memberikan nilai strategis dan mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dalam rangka pemulihan ekonomi pascapandemi.
"Di dalam pertemuan tadi Presiden menyampaikan menyambut baik dilakukannya peluncuran perundingan Indonesia-UAE CEPA dan sudah dilakukannya putaran pertama perundingan," kata Retno dalam konferensi persnya, Jumat (3/9/2021).
Baca Juga: Negosiasi IUAE-CEPA Dimulai, Indonesia-Arab Makin Mesra
Menurutnya Presiden Jokowi mengharapkan agar perundingan ini dapat diselesaikan kurang dari satu tahun. Sehingga dalam beberapa bulan ke depan akan dapat diperoleh hasil perundingan mencapai progres yang cukup signifikan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan menjelaskan, bahwa kunjungan tersebut memberikan nilai strategis dan mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dalam rangka pemulihan ekonomi pascapandemi.
"Di dalam pertemuan tadi Presiden menyampaikan menyambut baik dilakukannya peluncuran perundingan Indonesia-UAE CEPA dan sudah dilakukannya putaran pertama perundingan," kata Retno dalam konferensi persnya, Jumat (3/9/2021).
Baca Juga: Negosiasi IUAE-CEPA Dimulai, Indonesia-Arab Makin Mesra
Menurutnya Presiden Jokowi mengharapkan agar perundingan ini dapat diselesaikan kurang dari satu tahun. Sehingga dalam beberapa bulan ke depan akan dapat diperoleh hasil perundingan mencapai progres yang cukup signifikan.
Lihat Juga :