Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak, Luhut Teriakkan Efisiensi
Jum'at, 03 September 2021 - 14:16 WIB
loading...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan minta semua pihak yang terlibat di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung lebih efisien. Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melalui Juru bicara Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi buka suara terkait progres Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Luhut meminta seluruh BUMN yang terlibat dalam proyek strategis nasional (PSN) Kereta Cepat Jakarta-Bandung, terutama PT Kereta Api Indonesia (Persero) fokus untuk menyelesaikan persoalan di proyek ini.
Baca Juga: Penyebab Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp69 Triliun
“Semua BUMN terkait terutama KAI diminta fokus menyelesaikan persoalan KCIC. Diharapkan semua yang dari awal ikut terlibat diproyek, terutama saat menegosiasikan struktur proyek, feasibility study, pendanaan, dan aspek legalitas tetap fokus pada solusi,” ujar juru Bicara Jodi Mahardi saat dihubungi MNC News Portal, Jumat (3/9/2021).
Jodi menyebutkan, Luhut beserta tim telah mendorong KCIC selaku kontraktor untuk melakukan sejumlah efisiensi terkait permasalahan biaya pembangunan. "Pak Menko dan tim memang sejak diminta mulai ikut membenahi KCIC di November 2019 terus mendorong efisiensi-efisiensi," cetusnya.
Luhut meminta seluruh BUMN yang terlibat dalam proyek strategis nasional (PSN) Kereta Cepat Jakarta-Bandung, terutama PT Kereta Api Indonesia (Persero) fokus untuk menyelesaikan persoalan di proyek ini.
Baca Juga: Penyebab Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp69 Triliun
“Semua BUMN terkait terutama KAI diminta fokus menyelesaikan persoalan KCIC. Diharapkan semua yang dari awal ikut terlibat diproyek, terutama saat menegosiasikan struktur proyek, feasibility study, pendanaan, dan aspek legalitas tetap fokus pada solusi,” ujar juru Bicara Jodi Mahardi saat dihubungi MNC News Portal, Jumat (3/9/2021).
Jodi menyebutkan, Luhut beserta tim telah mendorong KCIC selaku kontraktor untuk melakukan sejumlah efisiensi terkait permasalahan biaya pembangunan. "Pak Menko dan tim memang sejak diminta mulai ikut membenahi KCIC di November 2019 terus mendorong efisiensi-efisiensi," cetusnya.
Lihat Juga :