Di Hadapan Delegasi UAE, Arsjad Rasjid Paparkan Pentingnya Peranan UMKM
Jum'at, 03 September 2021 - 17:00 WIB
loading...
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid (kanan) bersama Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Thani Bin Ahmed Al Zeyoudi saat rapat Perjanjian Kemitraan Ekonomi yang Komprehensif di Menara Kadin, Jakarta, Jumat, (3/10/2021).
A
A
A
JAKARTA - Rombongan delegasi United Arab Emirate (UAE), yang antara lain terdiri dari Menteri Perdagangan UAE, Thani Bin Ahmed Al Zeyoudi serta Ketua KADIN UAE Abdullah Muhammad All Mazoui menyambangi kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Menara KADIN, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021).
Kunjungan tersebut adalah kelanjutan dari Penandatanganan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau Perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dengan UAE yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Kamis, (2/9/2021).
(Baca juga:Akuisisi Perusahaan Tekstil di Majalaya, Perusahaan Ini Ditopang Kadin)
Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, saat menerima kedatangan delegasi UAE sempat mempresentasikan pandangannya terkait kelanjutan dari penandatanganan kesepakatan antara kedua negara.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Di Indonesia, UMKM menyumbang 60% GDP dan 97% lapangan pekerjaan,” ujar Arsjad Rasjid dalam keterangan tertulisnya.
Kunjungan tersebut adalah kelanjutan dari Penandatanganan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau Perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dengan UAE yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Kamis, (2/9/2021).
(Baca juga:Akuisisi Perusahaan Tekstil di Majalaya, Perusahaan Ini Ditopang Kadin)
Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, saat menerima kedatangan delegasi UAE sempat mempresentasikan pandangannya terkait kelanjutan dari penandatanganan kesepakatan antara kedua negara.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Di Indonesia, UMKM menyumbang 60% GDP dan 97% lapangan pekerjaan,” ujar Arsjad Rasjid dalam keterangan tertulisnya.
Lihat Juga :