Harga PCR Murah Bisa Jadi Titik Balik bagi Transportasi Udara
Senin, 06 September 2021 - 12:13 WIB
loading...
Murahnya harga tes PCR diyakini dapat mendorong masyarakat untuk kembali memilih transportasi udara. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menilai pemangkasan harga tes Covid-19 antigen dan tes PCR diharapkan menjadi titik balik bagi pemulihan sektor penerbangan di dalam negeri setelah mengalami penurunan jumlah penumpang selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dan 3.
Baca Juga: Harga PCR Terjun Bebas, Jumlah Penumpang Pesawat Mulai 'Mengudara'
"Ya, sebenarnya untuk saat ini sektor penerbangan di Indonesia sedikit demi sedikit mulai membaik tentu jauh sebelum masa diberlakukannya PPKM yang sangat membatasi masyarakat untuk melakukan berbagai mobilitas di luar seperti menaiki transportasi udara," kata Gatot saat dihubungi oleh MNC Portal Indonesia, Senin (6/9/2021).
Dia menilai kebijakan pemangkasan harga tes Covid-19 antigen dan tes PCR sudah dinanti sejak lama. Hal ini berbeda dengan kebijakan selama ini, dimana lebih mengarah pada mengurangi jumlah perjalanan dengan pesawat terbang.
"Padahal kan sebenarnya dengan adanya vaksin dan protokol kesehatan yang ketat serta peralatan canggih di pesawat yang bisa mengurangi penyebaran virus itu bisa menjamin kesehatan penumpang," ujarnya.
Gatot yakin kebijakan harga PCR yang semakin murah akan sangat baik untuk meningkatkan okupansi penumpang pesawat dengan cepat. Karena itu, dia berharap hal ini diikuti dengan catatan penumpang harus tetap bisa mematuhi syarat protokol kesehatan.
Baca Juga: Perintah KSAD kepada Lettu Asdar, Pelatih Secapa AD yang Sedang Bersedih
"Masyarakat juga harus bisa patuh terhadap protokol kesehatan jangan sampai kendor, seperti memakai masker, mengurangi percakapan dan makan minum selama terbang, dan penumpang juga telah dilakukan vaksinasi,” tandasnya.
Jika hal ini bisa dilaksanakan dengan konsisten, dia yakin sektor penerbangan akan bisa kembali rebound. "Asal jangan ada varian baru Covid-19 yang bisa menimbulkan gelombang ketiga ya," imbuhnya.
Baca Juga: Harga PCR Terjun Bebas, Jumlah Penumpang Pesawat Mulai 'Mengudara'
"Ya, sebenarnya untuk saat ini sektor penerbangan di Indonesia sedikit demi sedikit mulai membaik tentu jauh sebelum masa diberlakukannya PPKM yang sangat membatasi masyarakat untuk melakukan berbagai mobilitas di luar seperti menaiki transportasi udara," kata Gatot saat dihubungi oleh MNC Portal Indonesia, Senin (6/9/2021).
Dia menilai kebijakan pemangkasan harga tes Covid-19 antigen dan tes PCR sudah dinanti sejak lama. Hal ini berbeda dengan kebijakan selama ini, dimana lebih mengarah pada mengurangi jumlah perjalanan dengan pesawat terbang.
"Padahal kan sebenarnya dengan adanya vaksin dan protokol kesehatan yang ketat serta peralatan canggih di pesawat yang bisa mengurangi penyebaran virus itu bisa menjamin kesehatan penumpang," ujarnya.
Gatot yakin kebijakan harga PCR yang semakin murah akan sangat baik untuk meningkatkan okupansi penumpang pesawat dengan cepat. Karena itu, dia berharap hal ini diikuti dengan catatan penumpang harus tetap bisa mematuhi syarat protokol kesehatan.
Baca Juga: Perintah KSAD kepada Lettu Asdar, Pelatih Secapa AD yang Sedang Bersedih
"Masyarakat juga harus bisa patuh terhadap protokol kesehatan jangan sampai kendor, seperti memakai masker, mengurangi percakapan dan makan minum selama terbang, dan penumpang juga telah dilakukan vaksinasi,” tandasnya.
Jika hal ini bisa dilaksanakan dengan konsisten, dia yakin sektor penerbangan akan bisa kembali rebound. "Asal jangan ada varian baru Covid-19 yang bisa menimbulkan gelombang ketiga ya," imbuhnya.
(fai)
Lihat Juga :