Kerugian J Resources Capai USD4,81 Juta hingga Juni 2021
Selasa, 07 September 2021 - 10:49 WIB
loading...
Dikutip dari laporan keuangan PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) yang berakhir pada 30 Juni 2021, rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD4,81 juta. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kinerja keuangan emiten tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) sepanjang Januari hingga Juni tahun ini terpantau negatif. Dikutip dari laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2021, rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD4,81 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni USD3,27 juta.
Baca Juga: Jaga Produktivitas, J Resources Utamakan Kesehatan SDM
Adapun, penjualan perseroan hingga semester I/2021 tercatat USD149,14 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya USD118,60 juta. Persoalannya, beban pokok penjualan perseroan meningkat cukup tajam, yakni dari USD55,97 juta pada Semester I/2020 menjadi USD84,65 juta pada semester I/2021.
PSAB juga memiliki beban pembayaran utang yang cukup besar dari kredit sindikasi yang diajukan oleh anak usahanya, yakni PT J Resources Nusantara (JRN). JRN memiliki utang dari kredit sindikasi yang diajukan pada 12 April 2019. Kala itu, JRN dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menandatangani Secured Facilities Agreement.
Dalam kesepakatan itu, jumlah pinjaman maksimum sebesar USD231,98 juta yang terbagi menjadi 3 fasilitas, yaitu Fasilitas A senilai maksimum USD96,52 juta, Fasilitas B maksimum USD40,00 juta, dan Fasilitas C maksimum USD95,45 juta.
Pada 9 April 2020, JRN dan BBNI menandatangani perubahan secured facilities agreement, di mana tanggal pembayaran kembali Fasilitas B adalah 11 April 2021 atau tanggal lain setelahnya yang dikonfirmasi oleh agen fasilitas.
Kemudian, perjanjian itu direvisi yang mana perseroan berkomitmen untuk melakukan pembayaran kembali pada 12 Juli 2021 atau tanggal setelahnya yang dikonfirmasikan oleh agen fasilitas.
Baca Juga: Jaga Produktivitas, J Resources Utamakan Kesehatan SDM
Adapun, penjualan perseroan hingga semester I/2021 tercatat USD149,14 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya USD118,60 juta. Persoalannya, beban pokok penjualan perseroan meningkat cukup tajam, yakni dari USD55,97 juta pada Semester I/2020 menjadi USD84,65 juta pada semester I/2021.
PSAB juga memiliki beban pembayaran utang yang cukup besar dari kredit sindikasi yang diajukan oleh anak usahanya, yakni PT J Resources Nusantara (JRN). JRN memiliki utang dari kredit sindikasi yang diajukan pada 12 April 2019. Kala itu, JRN dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menandatangani Secured Facilities Agreement.
Dalam kesepakatan itu, jumlah pinjaman maksimum sebesar USD231,98 juta yang terbagi menjadi 3 fasilitas, yaitu Fasilitas A senilai maksimum USD96,52 juta, Fasilitas B maksimum USD40,00 juta, dan Fasilitas C maksimum USD95,45 juta.
Pada 9 April 2020, JRN dan BBNI menandatangani perubahan secured facilities agreement, di mana tanggal pembayaran kembali Fasilitas B adalah 11 April 2021 atau tanggal lain setelahnya yang dikonfirmasi oleh agen fasilitas.
Kemudian, perjanjian itu direvisi yang mana perseroan berkomitmen untuk melakukan pembayaran kembali pada 12 Juli 2021 atau tanggal setelahnya yang dikonfirmasikan oleh agen fasilitas.
Lihat Juga :