Pertanda Ekonomi Mulai Berjalan, Konsumsi Listrik Sektor Industri Meningkat
Rabu, 08 September 2021 - 19:44 WIB
loading...
PLN mencatat konsumsi listrik mencapai 146 Terra Watt hour (TWh) sejak Januari-Juli 2021, atau tumbuh 4,44% dari periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut dinilai menjadi indikasi pemulihan ekonomi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik mencapai 146 Terra Watt hour (TWh) sejak Januari-Juli 2021, atau tumbuh 4,44% dari periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut pun dinilai menjadi indikasi pemulihan ekonomi pasca puncak pandemi Covid-19.
“Ini tentu menandakan Indonesia sudah mulai bangkit dari pandemi Covid-19 dan ekonomi sudah mulai berjalan,” ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Jos! Pabrik Baterai Listrik RI Siap Groundbreaking 15 September
Dia mencatat, pertumbuhan konsumsi listrik di sektor industri mencapai 9,93%. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri di Indonesia sudah mulai bangkit kembali. Di sisi lain, sektor rumah tangga tumbuh sebesar 3,34%.
Berdasarkan data PLN, pertumbuhan konsumsi listrik sektor industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah besi dan baja sebesar 21% diikuti oleh otomotif sebesar 19,5 %, tekstil sebesar 6,9%, plastik sebesar 5% dan makanan & minuman sebesar 3,7%.
“Ini tentu menandakan Indonesia sudah mulai bangkit dari pandemi Covid-19 dan ekonomi sudah mulai berjalan,” ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Jos! Pabrik Baterai Listrik RI Siap Groundbreaking 15 September
Dia mencatat, pertumbuhan konsumsi listrik di sektor industri mencapai 9,93%. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri di Indonesia sudah mulai bangkit kembali. Di sisi lain, sektor rumah tangga tumbuh sebesar 3,34%.
Berdasarkan data PLN, pertumbuhan konsumsi listrik sektor industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah besi dan baja sebesar 21% diikuti oleh otomotif sebesar 19,5 %, tekstil sebesar 6,9%, plastik sebesar 5% dan makanan & minuman sebesar 3,7%.
Lihat Juga :