Hadapi Era Digital, BRI Beri Pembekalan Kehumasan
Kamis, 09 September 2021 - 01:11 WIB
loading...
A
A
A
Kebanyakan orang, kata dia, cara berpikir Humas hanya media relation atau relasi media, pembagi 'pacah', dan mengirim rilis serta informasi. Lebih dari itu, Humas sedianya berfungsi membuat agenda seting dan menggiring opini publik untuk mengangkat citra sebuah lembaga.
“Namun, jangan menari di atas tabuhan gendang orang lain. Artinya, Humas harus mampu mengangkat citra lembaga atau organisasi dengan memproduksi informasi sendiri,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya Humas bertransformasi ke era digital. Jaringan komunikasi yang semakin luas sangat memungkinkan bagi Humas untuk memanfaatkan para influencer dalam membangun citra organisasi atau lembaga. “Para influencer ini umumnya memiliki banyak pengikut yang menjadi sasaran atau target informasi, serta bisa mempengaruhi opini publik,” tandasnya.
(Baca juga:Hari Pelanggan Nasional 2021, BRI Tegaskan Komitmen Berikan Kemudahan Layanan)
Sementara narasumber lainnya adalah Direktur Jaringan dan Layanan BRI Arga M. Nugraha. Ia mengimbau para pekerja untuk memahami, sosial media bukanlah diary kehidupan pribadi.
Sementara Corporate Secretary BRI sekaligus Ketua Umum Forum Humas BUMN Aestika Oryza Gunarto memaparkan potensi-potensi krisis yang datang dari media sosial. “Semua pegawai BRI berfungsi sebagai humas bagi perusahaannya, dalam hal ini BRI, baik dalam peran promosi, informasi, dan pencegahan krisis yang terjadi. Ini menjadi tanggungjawab bersama bagi semua Insan BRILian,” terang Aestika.
Kemudian, Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah (MAFINDO) Septiaji Eko Nugroho menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mitigasi krisis lembaga akibat hoaks.
“Namun, jangan menari di atas tabuhan gendang orang lain. Artinya, Humas harus mampu mengangkat citra lembaga atau organisasi dengan memproduksi informasi sendiri,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya Humas bertransformasi ke era digital. Jaringan komunikasi yang semakin luas sangat memungkinkan bagi Humas untuk memanfaatkan para influencer dalam membangun citra organisasi atau lembaga. “Para influencer ini umumnya memiliki banyak pengikut yang menjadi sasaran atau target informasi, serta bisa mempengaruhi opini publik,” tandasnya.
(Baca juga:Hari Pelanggan Nasional 2021, BRI Tegaskan Komitmen Berikan Kemudahan Layanan)
Sementara narasumber lainnya adalah Direktur Jaringan dan Layanan BRI Arga M. Nugraha. Ia mengimbau para pekerja untuk memahami, sosial media bukanlah diary kehidupan pribadi.
Sementara Corporate Secretary BRI sekaligus Ketua Umum Forum Humas BUMN Aestika Oryza Gunarto memaparkan potensi-potensi krisis yang datang dari media sosial. “Semua pegawai BRI berfungsi sebagai humas bagi perusahaannya, dalam hal ini BRI, baik dalam peran promosi, informasi, dan pencegahan krisis yang terjadi. Ini menjadi tanggungjawab bersama bagi semua Insan BRILian,” terang Aestika.
Kemudian, Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah (MAFINDO) Septiaji Eko Nugroho menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mitigasi krisis lembaga akibat hoaks.
Lihat Juga :