Modal Hanya Rp100 Ribu, UMKM Makanan Kemasan Ini Tetap Eksis Saat Pandemi
Senin, 13 September 2021 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
Inovasi yang dimaksud tidak harus membutuhkan dana yang besar, bahkan bisa dilakukan hanya dengan mengamati apa yang kira-kira dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat sebagai makanan yang menarik untuk dibeli.
“Pelaku UMKM kuliner saat ini harus pintar-pintar menemukan kebutuhan pasar yang sesuai dengan kondisi. Misal, jika saat ini masyarakat sangat peduli dengan kesehatan, maka pelaku UMKM bisa menciptakan makanan yang enak namun juga memiliki kandungan bahan dengan nilai gizi yang baik,” ujar Filsa yang pada 2016 lalu juga menjadi juara pertama dalam ajang Adikarya Pangan Nusantara karena inovasinya mengembangkan snack dari kepiting yang banyak ditemui di Balikpapan.
Inovasi lain yang bisa dipertimbangkan adalah membuat makanan dalam kemasan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan desain yang menarik. Filsa yang juga merupakan packaging expert ini menjelaskan, bahwa kemasan produk merupakan salah satu alat pemasaran produk itu sendiri.
“Seseorang akan tertarik membeli produk kuliner jika kemasannya menarik, apalagi di era digital di mana pembeli lebih banyak melihat produk melalui e-commerce atau aplikasi ojek online,” ujarnya.
Untuk membantu calon pengusaha atau yang saat ini sudah menjadi pengusaha UMKM kuliner dalam mengembangkan usaha makanan dalam kemasan, Filsa juga menyarankan mereka untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, salah satunya dengan mengikuti kursus online.
“Memilih kemasan harus dengan pemahaman dan pengalaman, belajar secara online bisa menjadi alternatif bagi para calon pengusaha UMKM kuliner untuk memulainya,” pungkasnya.
“Pelaku UMKM kuliner saat ini harus pintar-pintar menemukan kebutuhan pasar yang sesuai dengan kondisi. Misal, jika saat ini masyarakat sangat peduli dengan kesehatan, maka pelaku UMKM bisa menciptakan makanan yang enak namun juga memiliki kandungan bahan dengan nilai gizi yang baik,” ujar Filsa yang pada 2016 lalu juga menjadi juara pertama dalam ajang Adikarya Pangan Nusantara karena inovasinya mengembangkan snack dari kepiting yang banyak ditemui di Balikpapan.
Inovasi lain yang bisa dipertimbangkan adalah membuat makanan dalam kemasan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan desain yang menarik. Filsa yang juga merupakan packaging expert ini menjelaskan, bahwa kemasan produk merupakan salah satu alat pemasaran produk itu sendiri.
“Seseorang akan tertarik membeli produk kuliner jika kemasannya menarik, apalagi di era digital di mana pembeli lebih banyak melihat produk melalui e-commerce atau aplikasi ojek online,” ujarnya.
Untuk membantu calon pengusaha atau yang saat ini sudah menjadi pengusaha UMKM kuliner dalam mengembangkan usaha makanan dalam kemasan, Filsa juga menyarankan mereka untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, salah satunya dengan mengikuti kursus online.
“Memilih kemasan harus dengan pemahaman dan pengalaman, belajar secara online bisa menjadi alternatif bagi para calon pengusaha UMKM kuliner untuk memulainya,” pungkasnya.
Lihat Juga :