Modal Hanya Rp100 Ribu, UMKM Makanan Kemasan Ini Tetap Eksis Saat Pandemi
Senin, 13 September 2021 - 13:07 WIB
loading...
Meskipun pandemi melanda, usaha peyek kepitingnya bisa tetap eksis dan memberikan keuntungan. Filsa mengatakan, banyak subsektor kuliner yang masih sangat bisa di explore. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM ) makanan dalam kemasan terus eksis dan mencetak keuntungan, meski di tengah Pandemi Covid-19. Hal ini diamini Filsa Budi Ambia, pengusaha UMKM pemilik usaha makanan dalam kemasan peyek kepiting ‘Kampoeng Timoer’ dari Balikpapan.
Meskipun pandemi melanda, usaha peyek kepitingnya bisa tetap eksis dan memberikan keuntungan. Filsa mengatakan, banyak subsektor kuliner yang masih sangat bisa di explore.
Baca Juga: Permintaan Kemasan Plastik Meningkat 5% Selama PPKM Berlevel
Salah satunya adalah usaha makanan dalam kemasan. Dengan modal kecil, seorang pengusaha kuliner makanan dalam kemasan bisa meraup omzet hingga ratusan kali lipat karena makanan dalam kemasan lebih tahan lama sehingga bisa dijual diseluruh Indonesia.
Hal ini telah dibuktikan oleh Filsa yang memulai usaha peyek kepiting “Kampoeng Timoer” hanya dengan modal Rp 100 ribu. Filsa yang juga pernah meraih penghargaan sebagai Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri 2014 dan Marketeers of The Year 2017 ini membagikan tips nya untuk pengusaha UMKM kuliner agar produknya tetap bertahan di tengah pandemi.
“Bagi pelaku UMKM kuliner yang mengalami kendala selama pandemi, tips nya adalah lakukan inovasi,” ujarnya.
Meskipun pandemi melanda, usaha peyek kepitingnya bisa tetap eksis dan memberikan keuntungan. Filsa mengatakan, banyak subsektor kuliner yang masih sangat bisa di explore.
Baca Juga: Permintaan Kemasan Plastik Meningkat 5% Selama PPKM Berlevel
Salah satunya adalah usaha makanan dalam kemasan. Dengan modal kecil, seorang pengusaha kuliner makanan dalam kemasan bisa meraup omzet hingga ratusan kali lipat karena makanan dalam kemasan lebih tahan lama sehingga bisa dijual diseluruh Indonesia.
Hal ini telah dibuktikan oleh Filsa yang memulai usaha peyek kepiting “Kampoeng Timoer” hanya dengan modal Rp 100 ribu. Filsa yang juga pernah meraih penghargaan sebagai Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri 2014 dan Marketeers of The Year 2017 ini membagikan tips nya untuk pengusaha UMKM kuliner agar produknya tetap bertahan di tengah pandemi.
“Bagi pelaku UMKM kuliner yang mengalami kendala selama pandemi, tips nya adalah lakukan inovasi,” ujarnya.
Lihat Juga :