19 KEK Jaring Investasi Rp92,3 Triliun Hingga Juli 2021
Senin, 13 September 2021 - 18:15 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani. Foto/MPI/Anggie Ariesta
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mencatat, hingga Juli 2021 sebanyak 19 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah berhasil menjaring komitmen investasi senilai Rp92,3 triliun, dengan realisasi investasi sebesar Rp32,76 triliun. Diketahui, sudah ada 166 pengusaha yang ingin menanamkan modal di KEK dan dengan ini terbuka potensi penciptaan 26.741 lapangan kerja.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut keberadaan kawasan ekonomi khusus (KEK) mampu memacu pertumbuhan ekonomi berbagai daerah di Indonesia.
"Hingga tahun 2020 ini Indonesia memiliki komitmen investasi di kawasan ekonomi khusus yang mencapai Rp70,43 triliun," ujarnya dalam webinar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) secara virtual di akun YouTube resmi Kemenkeu, Senin (13/9/2021).
Baca juga: Resmi Terima PP, Potensi Investasi KEK MNC Lido City Capai Rp32 Triliun
Dia menambahkan, saat ini terdapat 4 KEK baru yang bergerak di sektor-sektor yang makin bervariasi, salah satunya manufaktur. "Sektor manufaktur jelas merupakan sektor yang tradisional untuk KEK, namun saat ini kita juga memiliki KEK yang bergerak di bidang pariwisata, pendidikan dan ekonomi kreatif dan ini tersebar di seluruh kawasan Indonesia yang tentu memberikan alternatif bagi daerah-daerah Indonesia untuk bisa memacu pertumbuhan ekonominya," paparnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut keberadaan kawasan ekonomi khusus (KEK) mampu memacu pertumbuhan ekonomi berbagai daerah di Indonesia.
"Hingga tahun 2020 ini Indonesia memiliki komitmen investasi di kawasan ekonomi khusus yang mencapai Rp70,43 triliun," ujarnya dalam webinar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) secara virtual di akun YouTube resmi Kemenkeu, Senin (13/9/2021).
Baca juga: Resmi Terima PP, Potensi Investasi KEK MNC Lido City Capai Rp32 Triliun
Dia menambahkan, saat ini terdapat 4 KEK baru yang bergerak di sektor-sektor yang makin bervariasi, salah satunya manufaktur. "Sektor manufaktur jelas merupakan sektor yang tradisional untuk KEK, namun saat ini kita juga memiliki KEK yang bergerak di bidang pariwisata, pendidikan dan ekonomi kreatif dan ini tersebar di seluruh kawasan Indonesia yang tentu memberikan alternatif bagi daerah-daerah Indonesia untuk bisa memacu pertumbuhan ekonominya," paparnya.
Lihat Juga :