Luhut Ungkap Alasan Kebijakan PPKM Sering Bikin Bingung
Senin, 13 September 2021 - 22:37 WIB
loading...
Koordinator PPKM Jawa-Bali Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. FOTO/SINDOnews/Sutikno
A
A
A
JAKARTA - Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan menjawab terkait alasan kebijakan PPKM sering dianggap membuat bingung masyarakat. Luhut mengungkapkan kebijakan PPKM sering berubah-ubah karena tergantung evaluasi penanganan kasus di setiap wilayah.
"Mungkin ini sering dibaca sebagai kebijakan yang berubah-ubah, atau sering dibaca sebagai kebijakan yang tidak konsisten. Justru itulah yang harus kita lakukan, untuk menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian masyarakat," kata Menko Marinves saat konferensi virtual Evaluasi PPKM, Senin (13/9/2021).
Baca Juga: Menteri Luhut: PPKM Level Jawa Bali Bakal Terus Berlaku, Evaluasi Tiap Minggu
Tidak hanya itu, mutasi virus juga menjadi alasan mengapa penanganan Covid-19 tidak konsisten. Pasalnya mutasi virus bisa muncul kapan saja sehingga harus diwaspadai.
"Karena virusnya yang selalu berubah dan bermutasi, maka penanganannya pun harus berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapi kita akan terus kawal dan perbaiki," ujarnya.
Menurut dia angka vaksinasi di setiap wilayah juga menjadi acuan dalam menetapkan level PPKM di setiap wilayah sesuai aturan yang berlaku sesuai aturan Inmendagri.
Baca Juga: Kasus Covid Semakin Mereda, Bekasi Minta Status PPKM Diturunkan ke Level 2
"Seperti yang Presiden sampaikan bahwa tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan. Pengetatan dan pelonggaran mobilitas masyarakat, misalnya harus dilakukan paling lama setiap minggu dengan merujuk kepada data-data terkini," jelas Luhut.
"Mungkin ini sering dibaca sebagai kebijakan yang berubah-ubah, atau sering dibaca sebagai kebijakan yang tidak konsisten. Justru itulah yang harus kita lakukan, untuk menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian masyarakat," kata Menko Marinves saat konferensi virtual Evaluasi PPKM, Senin (13/9/2021).
Baca Juga: Menteri Luhut: PPKM Level Jawa Bali Bakal Terus Berlaku, Evaluasi Tiap Minggu
Tidak hanya itu, mutasi virus juga menjadi alasan mengapa penanganan Covid-19 tidak konsisten. Pasalnya mutasi virus bisa muncul kapan saja sehingga harus diwaspadai.
"Karena virusnya yang selalu berubah dan bermutasi, maka penanganannya pun harus berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapi kita akan terus kawal dan perbaiki," ujarnya.
Menurut dia angka vaksinasi di setiap wilayah juga menjadi acuan dalam menetapkan level PPKM di setiap wilayah sesuai aturan yang berlaku sesuai aturan Inmendagri.
Baca Juga: Kasus Covid Semakin Mereda, Bekasi Minta Status PPKM Diturunkan ke Level 2
"Seperti yang Presiden sampaikan bahwa tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan. Pengetatan dan pelonggaran mobilitas masyarakat, misalnya harus dilakukan paling lama setiap minggu dengan merujuk kepada data-data terkini," jelas Luhut.
(nng)
Lihat Juga :