Realisasi Anggaran Belanja Kementerian dan Lembaga di Sulsel Digenjot
Selasa, 14 September 2021 - 18:55 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Realisasi anggaran belanja kementerian dan lembaga di daerah terus digenjot, termasuk di Sulsel. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan dilakukan untuk menjamin efektivitas pelaksanaan, efisiensi penggunaan, dan kepatuhan terhadap regulasi pelaksanaan anggaran.
Pemerintah melalui Kantor Wilayah D irektorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sulsel melakukan perubahan pada target realisasi belanja kementerian dan lembaga pada triwulan ketiga, yang semula 60 persen menjadi 70 persen. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada pada level 7%.
Baca juga: Kanwil DJP Sulselbatra Amankan Penerimaan Negara Rp7,7 Triliun
Sekadar diketahui, berdasarkan data Kanwil DJPb Sulsel , hingga 10 September 2021, realisasi belanja kementerian dan lembaga di Sulsel sudah mencapai Rp12,28 triliun atau 61,78% dari pagu sebesar Rp19,88 triliun.
Untuk dapat memenuhi target realisasi belanja triwulan ketiga sebesar 70%, Kanwil DJPb Sulsel melakukan berbagai langkah, di antaranya melakukan monitoring berupa one on one meeting terhadap satker yang mempunyai pagu besar dan berkontribusi terhadap kinerja anggaran secara keseluruhan di Sulsel, serta memonitor kendala pelaksanaan anggaran belanja satker secara berkala dan berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan one on one meeting dilakukan untuk membahas isu rendahnya penyerapan belanja daerah dan kendala yang terjadi serta memberikan solusi sesuai dengan kewenangan Kanwil Ditjen Perbendaharaan.
Baca juga: Realisasi DAK Fisik Sulsel Rendah Rp242,31 Miliar
Permasalahan yang didapatkan dalam one on one meeting antara lain pemblokiran pagu anggaran, adanya refocusing anggaran, adanya pengadaan barang dan jasa secara terpusat, adanya sanggah dalam proses lelang, terdapat beberapa pengadaan barang melalui e-katalog namun barang tersebut belum ada, belum dibayarkannya klaim dana untuk penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, belum tuntasnya kerja sama antara rumah sakit dengan BPJS dalam layanan masyarakat.
Kegiatan one on one meeting kepada Satker mitra kerja Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Selatan dilaksanakan mulai tanggal 6 sampai 10 September 2021 lalu. Adapun satker mitra kerja yang memiliki pagu besar dengan tingkat realisasi yang masih rendah antara lain Satker RS Wahidin Sudirohusodo Makassar (32,04%), RS Tadjuddin Chalid Makassar (24,32%).
Selanjutnya, Balai Kesehatan Mata Masyarakat Sulawesi Selatan (6,57%), Politkenik Ilmu Pelayanan Makassar (42,97%), SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Pompengan Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan (38,28%), Politeknik Pelayaran Barombong (40,78%).
Baca juga: Pemkab Takalar Gandeng DJPb Tingkatkan Pengelolaan Keuangan
Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Syaiful turut serta dalam melakukan monev berupa one on one meeting dengan Satker RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dan RS Tadjuddin Chalid Makassar yang dihadiri oleh Dirut RSTadjuddin Chalid Makassar, Mansyur Arif yang sekaligus sebagai Plh Dirut RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, beserta pejabat/pegawai yang menangani bagian keuangan pada masing-masing satker.
Dalam pertemuan tersebut, Syaiful mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya dalam rangka akselerasi belanja Satker kementerian dan lembaga sehingga target realisasi belanja triwulan ketiga sebesar 70% dapat tercapai. "Realisasi belanja oleh Satker diharapkan dapat membuat roda perekonomian di daerah berjalan sehingga pertumbuhan ekonomi yang positif dapat terjaga," terang Saiful.
Pemerintah melalui Kantor Wilayah D irektorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sulsel melakukan perubahan pada target realisasi belanja kementerian dan lembaga pada triwulan ketiga, yang semula 60 persen menjadi 70 persen. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada pada level 7%.
Baca juga: Kanwil DJP Sulselbatra Amankan Penerimaan Negara Rp7,7 Triliun
Sekadar diketahui, berdasarkan data Kanwil DJPb Sulsel , hingga 10 September 2021, realisasi belanja kementerian dan lembaga di Sulsel sudah mencapai Rp12,28 triliun atau 61,78% dari pagu sebesar Rp19,88 triliun.
Untuk dapat memenuhi target realisasi belanja triwulan ketiga sebesar 70%, Kanwil DJPb Sulsel melakukan berbagai langkah, di antaranya melakukan monitoring berupa one on one meeting terhadap satker yang mempunyai pagu besar dan berkontribusi terhadap kinerja anggaran secara keseluruhan di Sulsel, serta memonitor kendala pelaksanaan anggaran belanja satker secara berkala dan berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan one on one meeting dilakukan untuk membahas isu rendahnya penyerapan belanja daerah dan kendala yang terjadi serta memberikan solusi sesuai dengan kewenangan Kanwil Ditjen Perbendaharaan.
Baca juga: Realisasi DAK Fisik Sulsel Rendah Rp242,31 Miliar
Permasalahan yang didapatkan dalam one on one meeting antara lain pemblokiran pagu anggaran, adanya refocusing anggaran, adanya pengadaan barang dan jasa secara terpusat, adanya sanggah dalam proses lelang, terdapat beberapa pengadaan barang melalui e-katalog namun barang tersebut belum ada, belum dibayarkannya klaim dana untuk penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, belum tuntasnya kerja sama antara rumah sakit dengan BPJS dalam layanan masyarakat.
Kegiatan one on one meeting kepada Satker mitra kerja Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Selatan dilaksanakan mulai tanggal 6 sampai 10 September 2021 lalu. Adapun satker mitra kerja yang memiliki pagu besar dengan tingkat realisasi yang masih rendah antara lain Satker RS Wahidin Sudirohusodo Makassar (32,04%), RS Tadjuddin Chalid Makassar (24,32%).
Selanjutnya, Balai Kesehatan Mata Masyarakat Sulawesi Selatan (6,57%), Politkenik Ilmu Pelayanan Makassar (42,97%), SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Pompengan Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan (38,28%), Politeknik Pelayaran Barombong (40,78%).
Baca juga: Pemkab Takalar Gandeng DJPb Tingkatkan Pengelolaan Keuangan
Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Syaiful turut serta dalam melakukan monev berupa one on one meeting dengan Satker RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dan RS Tadjuddin Chalid Makassar yang dihadiri oleh Dirut RSTadjuddin Chalid Makassar, Mansyur Arif yang sekaligus sebagai Plh Dirut RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, beserta pejabat/pegawai yang menangani bagian keuangan pada masing-masing satker.
Dalam pertemuan tersebut, Syaiful mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya dalam rangka akselerasi belanja Satker kementerian dan lembaga sehingga target realisasi belanja triwulan ketiga sebesar 70% dapat tercapai. "Realisasi belanja oleh Satker diharapkan dapat membuat roda perekonomian di daerah berjalan sehingga pertumbuhan ekonomi yang positif dapat terjaga," terang Saiful.
(luq)
Lihat Juga :