Ekonomi Mitra Dagang Pulih, Jokowi Minta Ekspor Digenjot Sebanyak-Banyaknya
Rabu, 15 September 2021 - 13:00 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo saat melepas ekspor komoditas pertanian secara virtual di Istana Bogor. Foto/Dok. BPPSDMP
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengatakan bahwa pandemi harus dijadikan momentum untuk transformasi ekonomi Indonesia . Dia menyebut ekonomi Indonesia memiliki peluang tumbuh lebih tinggi karena potensi pasar ekspor masih terbuka lebar.
Baca juga: Kuliner Madura yang Cocok untuk Makan Siang, Tertarik Coba?
Apalagi perekonomian beberapa mitra dagang Indonesia mulai pulih. Menurut Jokowi, situasi itu harus dimanfaatkan dengan menggenjot ekspor sebanyak-banyak.
“Mitra dagang kita juga mulai pulih pada Q2 tahun 2021. Cina tumbuh 7,9% year on year. Amerika Serikat tumbuh 12,2%, Jepang tumbuh 7,6%, dan India bahkan tumbuh 20,1%. Peluang ini harus kita manfaatkan untuk mendorong peningkatkan ekspor sebanyak-banyaknya,” ungkapnya dalam acara UOB Economic Outlook, Rabu (15/9/2021).
Selain itu Jokowi mengatakan bahwa investasi juga akan tumbuh lebih tinggi dengan berbagai reformasi struktural yang banyak memberi kemudahan berusaha. Pasalnya, pemerintah telah melakukan reformasi perizinan dan sudah mulai berjalan melalui online single submission (OSS) berbasis risiko.
Baca juga: Kuliner Madura yang Cocok untuk Makan Siang, Tertarik Coba?
Apalagi perekonomian beberapa mitra dagang Indonesia mulai pulih. Menurut Jokowi, situasi itu harus dimanfaatkan dengan menggenjot ekspor sebanyak-banyak.
“Mitra dagang kita juga mulai pulih pada Q2 tahun 2021. Cina tumbuh 7,9% year on year. Amerika Serikat tumbuh 12,2%, Jepang tumbuh 7,6%, dan India bahkan tumbuh 20,1%. Peluang ini harus kita manfaatkan untuk mendorong peningkatkan ekspor sebanyak-banyaknya,” ungkapnya dalam acara UOB Economic Outlook, Rabu (15/9/2021).
Selain itu Jokowi mengatakan bahwa investasi juga akan tumbuh lebih tinggi dengan berbagai reformasi struktural yang banyak memberi kemudahan berusaha. Pasalnya, pemerintah telah melakukan reformasi perizinan dan sudah mulai berjalan melalui online single submission (OSS) berbasis risiko.
Lihat Juga :