Erick Thohir Pede Impor BBM Bakal Stagnan, Ini Alasannya
Rabu, 15 September 2021 - 17:11 WIB
loading...
Impor minyak dan BBM ke depan diyakini akan mengalami stagnasi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah meyakini impor minyak dan bahan bakar minyak ( BBM ) ke depan akan mengalami stagnasi. Hal itu didasari sejumlah upaya yang tengah dilakukan pemerintah dalam rangka membangun ketahanan energi nasional.
Menteri BUMN Erick Thohir seusai peresmian enam subholding milik PT Pertamina (Persero) menegaskan, pemegang saham akan menjadikan enam entitas di sektor energi tersebut sebagai kekuatan ketahanan energi nasional. Dengan begitu, impor akan terus ditekan pemerintah.
Baca Juga: Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp15,6 Triliun
"Nah, kalau kita lihat sekarang impor minyak itu nanti shifting, nanti ketika ada yang namanya mobil listrik, baterai listrik, nah ini akan berubah pastinya," ujar Erick dalam sesi wawancara dengan IDX Channel, Rabu (15/9/2021).
Selain mendorong kinerja operasional enam subholding Pertamina sebagai kekuatan ketahanan energi, jelas Erick, pemegang saham juga menilai pembangunan industri baterai serta kendaraan elektrik ke depan akan menekan impor BBM.
Erick menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan groundbreaking pabrik baterai kendaraan listrik di kawasan Karawang, Jawa Barat (Jabar) dengan nilai investasi mencapai USD1,1 miliar. Keberadaan industri tersebut menurutnya akan mengubah tren penggunaan energi di dalam negeri.
Baca Juga: Niat Mau Temui Gadis Cantik Kenalan di Facebook, Pemuda Depok Ini Malah Kehilangan Motor
Erick juga memastikan BUMN di sektor energi akan mengambil peran besar untuk melakukan keseimbangan ekosistem energi nasional dan memperbaiki rantai pasok energi untuk mewujudkan misi kemandirian energi nasional.
Menteri BUMN Erick Thohir seusai peresmian enam subholding milik PT Pertamina (Persero) menegaskan, pemegang saham akan menjadikan enam entitas di sektor energi tersebut sebagai kekuatan ketahanan energi nasional. Dengan begitu, impor akan terus ditekan pemerintah.
Baca Juga: Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp15,6 Triliun
"Nah, kalau kita lihat sekarang impor minyak itu nanti shifting, nanti ketika ada yang namanya mobil listrik, baterai listrik, nah ini akan berubah pastinya," ujar Erick dalam sesi wawancara dengan IDX Channel, Rabu (15/9/2021).
Selain mendorong kinerja operasional enam subholding Pertamina sebagai kekuatan ketahanan energi, jelas Erick, pemegang saham juga menilai pembangunan industri baterai serta kendaraan elektrik ke depan akan menekan impor BBM.
Erick menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan groundbreaking pabrik baterai kendaraan listrik di kawasan Karawang, Jawa Barat (Jabar) dengan nilai investasi mencapai USD1,1 miliar. Keberadaan industri tersebut menurutnya akan mengubah tren penggunaan energi di dalam negeri.
Baca Juga: Niat Mau Temui Gadis Cantik Kenalan di Facebook, Pemuda Depok Ini Malah Kehilangan Motor
Erick juga memastikan BUMN di sektor energi akan mengambil peran besar untuk melakukan keseimbangan ekosistem energi nasional dan memperbaiki rantai pasok energi untuk mewujudkan misi kemandirian energi nasional.
(fai)
Lihat Juga :