Menko Airlangga Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,2% di 2022
Rabu, 15 September 2021 - 17:44 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Negara Lain Krisis, Ekspor China Tetap Tak Tertandingi
Sementara itu, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga terus ditingkatkan guna mendukung penanganan Covid-19. Komitmen pemerintah ini ditunjukkan melalui APBN dalam mendorong peningkatan anggaran menjadi program PEN menjadi Rp 744,77 triliun.
"Ini akan mendukung optimalisasi pelaksanaan PPKM melalui peningkatan anggaran untuk berbagai perlindungan sosial, seperti percepatan bantuan sosial tunai, peningkatan jumlah penerima manfaat dan manfaat kartu sembako, melanjutkan program diskon listrik dan lainnya," jelas Airlangga.
Tahun ini ekonomi di dorong oleh sektor industri pengolahan dan perdagangan yang merupakan kontributor utama perekonomian nasional yang tercatat pertumbuhan siginifikan. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 tumbuh 7,07% namun di kuartal berikutnya turun sedikit karena kebijakan PPKM.
"Penerapan PPKM di kuartal III ini ada penurunan sedikit, namun secara year to year di akhir tahun diharapkan bisa 3,7-4,5%," kata dia.
Sementara itu, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga terus ditingkatkan guna mendukung penanganan Covid-19. Komitmen pemerintah ini ditunjukkan melalui APBN dalam mendorong peningkatan anggaran menjadi program PEN menjadi Rp 744,77 triliun.
"Ini akan mendukung optimalisasi pelaksanaan PPKM melalui peningkatan anggaran untuk berbagai perlindungan sosial, seperti percepatan bantuan sosial tunai, peningkatan jumlah penerima manfaat dan manfaat kartu sembako, melanjutkan program diskon listrik dan lainnya," jelas Airlangga.
Tahun ini ekonomi di dorong oleh sektor industri pengolahan dan perdagangan yang merupakan kontributor utama perekonomian nasional yang tercatat pertumbuhan siginifikan. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 tumbuh 7,07% namun di kuartal berikutnya turun sedikit karena kebijakan PPKM.
"Penerapan PPKM di kuartal III ini ada penurunan sedikit, namun secara year to year di akhir tahun diharapkan bisa 3,7-4,5%," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :