Skandal Bank Dunia dengan China Guncang Investor

Senin, 20 September 2021 - 11:37 WIB
loading...
Skandal Bank Dunia dengan...
Seorang peserta berdiri di dekat logo Bank Dunia pada Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional - Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 12 Oktober 2018. FOTO/REUTERS/Johannes P. Christo
A A A
LONDON - Sejumlah investor kecewa soal skandal penilaian kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business/EODB) Bank Dunia dengan China . Isu skandal tersebut bisa menurunkan kepercayaan investor terhadap Bank Dunia (World Bank) sebagai pemberi peringkat.

Dilansir dari Reuters, Senin (20/9) peringkat soal kemudahan berbisnis tersebut diterbitkan Bank Dunia sejak 2003. Sebagimana diketahui, Ease of Doing Business telah menjadi acuan investor di dunia.

"Berbagai model kuantitatif risiko dibangun menjadi peringkat bisnis. Uang dan investasi digelontorkan mengacu pada laporan tersebut," kata Tim Ash dari BlueBay Asset Management.

Baca Juga: Bos IMF Georgieva Sangkal Beri Tekanan Pro-China pada Laporan Bank Dunia

Namun dengan adanya isu skandal antara Bank Dunia dipastikan menurunkan kepercayaan investor terhadap Bank Dunia. Berdasarkan laporan Investigasi oleh firma hukum WilmerHale atas permintaan Komite Etika Bank Dunia menemukan bahwa Kepala Bank Dunia termasuk Kristalina Georgieva yang sekarang sekarang menjabat sebagai Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) menekan stafnya untuk meningkatka skor China pada laporan EODB 2018.

Pada saat itu, pemberi pinjaman multilateral yang berbasis di Washington sedang mencari dukungan China untuk meningkatkan modal besar. Namun segala tuduhan itu dibantah Georgieva. Ia menyangkal, investigasi yang dilakukan oleh Komite Etik Bank Dunia. Pihaknya juga telah memberikan pernyataan secara resmi kepada Dewan Eksekutif IMF.

Baca Juga: Ahmad Dhani Pernah Ribut dengan Musisi Ini: Saya Tonjok 3 Kali

Kepala Ekonom Renaissance Capital Charles Robertson mengatakan pada dasarnya skor kemudahan berbisnis telah kehilangan kredibilitas bertahun-tahun. Sementara itu Himpunan Advokasi Jaringan Keadilan Pajak menyambut baik penyelidikan oleh komite etik. "Pertanyaan besar selanjutnya, bagaimana bisa menghapus korupsi yang kini telah tampak dari institusi tersebut," kata CEO Himpunan Advokasi yang berbasis di Inggris ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Rekomendasi
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved