Bagaimana Cara Investasi Bitcoin dan Kapan Waktu yang Tepat?
Kamis, 23 September 2021 - 12:53 WIB
loading...
A
A
A
Bitcoin seringkali jadi pilihan pertama investor pemula, karena konsepnya yang lebih mudah dipahami. Bahkan, Anda juga bisa berinvestasi dengan modal yang relatif rendah. Berbeda dengan saham yang harus Anda beli minimal satu lot, Anda bisa membeli pecahan dari jumlah satu BTC. Pecahan ini bisa Anda dapatkan dengan harga mulai dari puluhan ribu rupiah saja.
Harga Bitcoin ditentukan oleh permintaan hingga cuitan tokoh berpengaruh
Semakin banyak orang, perusahaan, bahkan negara yang menerima Bitcoin atau cryptocurrency lainnya sebagai alat pembayaran resmi, maka nilainya bisa semakin tinggi. Sebaliknya, jika ada berita negatif menyangkut kripto, maka permintaannya bisa berkurang dan harganya cenderung turun.
Amerika Serikat, Australia, El Salvador, Kanada, dan Uni Eropa telah mengizinkan Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi di negara-negara tersebut. Bahkan, El Salvador sudah memperbolehkan perusahaan untuk membayar gaji karyawan dengan BTC.
Perusahaan TV kabel AMC telah menerima pembayaran dengan Bitcoin. JP Morgan juga kini tengah dalam proses untuk mengintegrasikan koin digital mereka dengan Ethereum. Jika adopsi kripto makin banyak, hal tersebut bisa meningkatkan kegunaan BTC, dan investor di ranah kripto pun bisa ikut diuntungkan.
Walau begitu, investor juga perlu waspada terhadap pernyataan figur berpengaruh. Salah satu contohnya adalah saat cuitan CEO Tesla, Elon Musk, yang diduga membuat harga Bitcoin bergerak cukup signifikan bulan Mei lalu. Dalam cuitannya, Elon Musk menyampaikan bahwa Tesla tidak akan menerima BTC sebagai alat pembayaran, jika dalam proses mining Bitcoin belum menggunakan energi terbarukan.
Bijak menghadapi harga Bitcoin yang volatil
Nilai cryptocurrency itu volatil. Artinya, pergerakan harga bisa naik dan turun dalam rentang waktu yang terbilang cukup singkat. Oleh karena itu, investasi dalam kripto biasanya dilakukan untuk jangka panjang oleh kebanyakan pemula.
Harga Bitcoin ditentukan oleh permintaan hingga cuitan tokoh berpengaruh
Semakin banyak orang, perusahaan, bahkan negara yang menerima Bitcoin atau cryptocurrency lainnya sebagai alat pembayaran resmi, maka nilainya bisa semakin tinggi. Sebaliknya, jika ada berita negatif menyangkut kripto, maka permintaannya bisa berkurang dan harganya cenderung turun.
Amerika Serikat, Australia, El Salvador, Kanada, dan Uni Eropa telah mengizinkan Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi di negara-negara tersebut. Bahkan, El Salvador sudah memperbolehkan perusahaan untuk membayar gaji karyawan dengan BTC.
Perusahaan TV kabel AMC telah menerima pembayaran dengan Bitcoin. JP Morgan juga kini tengah dalam proses untuk mengintegrasikan koin digital mereka dengan Ethereum. Jika adopsi kripto makin banyak, hal tersebut bisa meningkatkan kegunaan BTC, dan investor di ranah kripto pun bisa ikut diuntungkan.
Walau begitu, investor juga perlu waspada terhadap pernyataan figur berpengaruh. Salah satu contohnya adalah saat cuitan CEO Tesla, Elon Musk, yang diduga membuat harga Bitcoin bergerak cukup signifikan bulan Mei lalu. Dalam cuitannya, Elon Musk menyampaikan bahwa Tesla tidak akan menerima BTC sebagai alat pembayaran, jika dalam proses mining Bitcoin belum menggunakan energi terbarukan.
Bijak menghadapi harga Bitcoin yang volatil
Nilai cryptocurrency itu volatil. Artinya, pergerakan harga bisa naik dan turun dalam rentang waktu yang terbilang cukup singkat. Oleh karena itu, investasi dalam kripto biasanya dilakukan untuk jangka panjang oleh kebanyakan pemula.
Lihat Juga :