Wall Street Naik 1% Lebih Seiring Kekhawatiran The Fed dan Evergrande Mereda
Jum'at, 24 September 2021 - 06:16 WIB
loading...
A
A
A
Meredanya kekhawatiran atas potensi default oleh pengembang properti China Evergrande juga menambah optimisme pasar. Namun Reuters melaporkan bahwa beberapa pemegang obligasi dolar perusahaan telah putus asa untuk mendapatkan pembayaran kupon pada batas waktu penting Kamis.
Baca Juga: Wall Street Meroket Dipicu Langkah The Fed Tahan Suku Bunga Acuan
Investor mengabaikan data yang menunjukkan pertumbuhan aktivitas bisnis yang lesu dan kenaikan klaim pengangguran, sejalan dengan ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III.
"Sikap The Fed masih akomodatif dan masuk akal bagi The Fed untuk ingin kembali ke keadaan normal jika ekonomi sekuat yang ditunjukkan data (terbaru)," kata Direktur pelaksana strategi investasi di E*TRADE Financial Mike Loewengart, dilansir dari Reuters, Jumat (24/9/2021).
Data pekan lalu menunjukkan lonjakan mengejutkan dalam penjualan ritel, menunjukkan bahwa belanja konsumen, ukuran utama pertumbuhan ekonomi, tetap kuat meskipun ada dampak varian Delta Covid-19.
"Mengingat volatilitas baru-baru ini, kemungkinan investor melihat proyeksi taper dan potensi kenaikan suku bunga 2022 sebagai mosi percaya bahwa pemulihan berada di jalurnya," kata Loewengart.
Baca Juga: Wall Street Meroket Dipicu Langkah The Fed Tahan Suku Bunga Acuan
Investor mengabaikan data yang menunjukkan pertumbuhan aktivitas bisnis yang lesu dan kenaikan klaim pengangguran, sejalan dengan ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III.
"Sikap The Fed masih akomodatif dan masuk akal bagi The Fed untuk ingin kembali ke keadaan normal jika ekonomi sekuat yang ditunjukkan data (terbaru)," kata Direktur pelaksana strategi investasi di E*TRADE Financial Mike Loewengart, dilansir dari Reuters, Jumat (24/9/2021).
Data pekan lalu menunjukkan lonjakan mengejutkan dalam penjualan ritel, menunjukkan bahwa belanja konsumen, ukuran utama pertumbuhan ekonomi, tetap kuat meskipun ada dampak varian Delta Covid-19.
"Mengingat volatilitas baru-baru ini, kemungkinan investor melihat proyeksi taper dan potensi kenaikan suku bunga 2022 sebagai mosi percaya bahwa pemulihan berada di jalurnya," kata Loewengart.
(akr)
Lihat Juga :