Amankan Aset Negara, PLN Gandeng KPK dan Kementerian ATR/BPN Percepat Sertifikasi Tanah

loading...
Amankan Aset Negara, PLN Gandeng KPK dan Kementerian ATR/BPN Percepat Sertifikasi Tanah
Untuk mengamankan aset negara yang dikelolanya, PLN menggandeng KPK dan Kementerian ATR/BPN. Foto/Okezone
JAKARTA - PT PLN (Persero) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam mempercepat sertifikasi tanah demi mengamankan aset negara. Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) ke-61 menjadi momentum percepatan sertifikasi aset tanah untuk pengembangan kelistrikan nasional.

Baca juga: Partai Golkar Minta Azis Syamsuddin Penuhi Panggilan KPK

Agenda sertifikasi aset PLN juga dilakukan di Provinsi Banten, bahkan di tahun ini sampai dengan tanggal 23 September 2021, setidaknya sudah terbit 87 sertifikat tanah PLN. PLN menargetkan sertifikasi tanah di Provinsi Banten sebanyak 523 sertifikat di tahun 2021.

"Pada kesempatan ini, kami mohon dukungan dan bantuan serta arahan agar proses sertifikasi tanah PLN dapat dilakukan dengan baik demi menyelamatkan dan mengamankan aset-aset milik negara yang dikelola PLN," ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Madura Bali PLN Haryanto WS dalam siaran pers, Jumat (24/9/2021).



Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK RI Budi Waluyo mengapresiasi berlanjutnya kerja sama PLN dan BPN Provinsi Banten dalam proses sertifikasi. Diharapkan, sinergi yang diusung PLN dan BPN dalam proses sertifikasi ini bisa berjalan lancar sesuai harapan.

"KPK sangat mendukung program sertifikasi di PLN ataupun pemerintah daerah karena ini merupakan komitmen kami dalam mendukung pelayanan publik," ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil BPN Provinsi Banten, Rudi Rubijaya, berkomitmen untuk segera menyelesaikan proses sertifikasi tanah di wilayah kerjanya. Menurutnya ada beberapa hal yang perlu saling dikoordinasikan, sehingga sinergitas antara kantor pertanahan selaku pelaksana dengan PLN sebagai pihak yang mengajukan permohonan sangat diperlukan.

"Mudah-mudahan setelah pertemuan hari ini teman-teman khususnya pelaksana di kantor pertanahan bisa mengakselerasi apa yang sudah ditargetkan," ungkap Rudi.

Baca juga: Gerakan Massa Blitar Ora Didol Segel Pembuangan Limbah PT Greenfields

Progress penerbitan sertifikat tanah yang telah terdaftar di BPN pada periode 1 Januari 2021 sampai dengan 23 September 2021 telah terbit sebanyak 87 persil dari total target 523 persil, dengan rincian untuk UID Banten target 12 persil terealisasi 3 persil, UIT JBB target 314 persil terealisasi 19 persil, UIP JBB target 193 persil terealisasi 65 persil dan untuk UID Jakarta Raya target 4 persil dan belum ada realisasi.



PLN menargetkan proyeksi persil yang dapat terbit pada November 2021 sebanyak 318 persil dengan rincian untuk proyeksi terbit UIT JBB sebanyak 131 persil, UIP JBB sebanyak 175 persil, UID Banten sebanyak 8 persil dan UID Jakarta Raya sebanyak 4 persil.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top